Polisi Dalami Misteri Kematian Kakek di Bojonegoro, Ditemukan Luka Sayatan di Leher dan Perut

oleh -439 Dilihat
IMG 20251018 WA0010
Polisi Bojonegoro melakukan olah TKP. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bojonegoro terus menyelidiki kasus meninggalnya seorang kakek bernama Jinar (79), warga Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Hingga kini penyebab pasti kematian pria lanjut usia tersebut masih menjadi misteri.

Berdasarkan hasil autopsi di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, ditemukan dua luka sayatan di tubuh korban, masing-masing di bagian leher dan perut. Luka tersebut memunculkan dua kemungkinan, yakni dugaan bunuh diri atau pembunuhan.

Kasatreskrim Polres Bojonegoro, AKP Bayu Adjie Sudarmono, menjelaskan bahwa indikasi bunuh diri sempat muncul berdasarkan karakter luka yang ditemukan di tubuh korban.

“Hasil autopsinya menunjukkan ada indikasi bunuh diri. Lukanya ada di leher dan perut. Dilihat dari pola sayatan di leher, ada tanda-tanda korban berusaha melukai diri. Tapi ini belum pasti, masih kami dalami,” ungkap Bayu, Sabtu (18/10).

Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab kematian Jinar. Dari keterangan keluarga dan warga sekitar, korban dikenal sebagai pribadi baik, tidak memiliki musuh, serta tidak memiliki utang. Selain itu, tidak ditemukan barang yang hilang di lokasi kejadian.

“Kemungkinan ada masalah pribadi dengan dirinya sendiri, tapi itu baru dugaan awal. Latar belakang korban sejauh ini masih kami telusuri,” jelas Kasat Reskrim.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sebilah sabit (arit) di dekat tubuh korban. Alat tersebut diketahui merupakan peralatan kerja yang biasa digunakan Jinar saat berladang.

“Sabit itu memang alat kerja korban sehari-hari di ladang. Dugaan awal, korban sempat melukai bagian perut terlebih dahulu, kemudian melukai lehernya,” jelas mantan Kanit Jatanras Polres Bandar Lampung tersebut.

Namun demikian, hasil autopsi sementara belum dapat memastikan apakah korban meninggal akibat bunuh diri atau dibunuh. “Kami belum bisa menyimpulkan karena hasil autopsi belum menjelaskan secara pasti. Penyelidikan tetap berlanjut,” tegas Bayu.

Dalam kasus ini, pihak keluarga disebut telah menerima dengan ikhlas kepergian korban dan tidak mengajukan tuntutan apa pun. “Keluarga tidak menuntut dan sudah legowo. Jenazah sudah kami serahkan untuk dimakamkan,” tutupnya.

Sebelumnya, jasad Jinar ditemukan pertama kali oleh anaknya, Juremi (47), saat hendak mengantarkan sarapan ke ladang. Ia terkejut mendapati ayahnya tergeletak bersimbah darah dengan luka di bagian leher.

Hingga kini, polisi masih terus mendalami kasus tersebut untuk memastikan apakah Jinar benar-benar melakukan bunuh diri atau menjadi korban tindak kekerasan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.