Pematangsiantar Studi Tiru Pengelolaan DBHCHT ke Pemkot Kediri

oleh -341 Dilihat
Suasana saat Pemkot Pematangsiantar melakukan studi tiru di Ruang Joyoboyo Balaikota Kediri (istimewa)

KabarBaik.co – Pemkot Kediri kembali menjadi tujuan studi tiru, kali ini dari Pemerintah Kota Pematangsiantar. Rombongan dipimpin langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Zainal Siahaan, bersama sejumlah OPD seperti Satpol PP, Dinas Koperasi, Bappeda, Dinas Kesehatan, Disnaker, hingga RSUD dr. Djasamen Saragih.

Plh Sekretaris Daerah Kota Kediri Ferry Djatmiko menyambut kedatangan rombongan di Ruang Joyoboyo Balaikota Kediri. Turut mendampingi jajaran OPD Kota Kediri, mulai dari Bappeda, BPPKAD, Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol PP, hingga RSUD Gambiran dan RSUD Kilisuci.

Dalam sambutannya, Ferry menegaskan bahwa pertemuan lintas daerah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan membuka ruang diskusi pengelolaan dana publik.

“Kunjungan seperti ini penting untuk memperkuat hubungan sekaligus membuka ruang diskusi agar pengelolaan dana publik semakin transparan, efektif, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Ferry, Jumat (3/10).

Ferry mengungkapkan bahwa Kediri kini menjadi penerima DBHCHT terbesar ketiga di Jawa Timur, dengan tren penerimaan yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Dana tersebut diarahkan pada bidang prioritas seperti pembangunan RSUD Gambiran, revitalisasi puskesmas, pengadaan obat-obatan, BLT buruh rokok, jaminan sosial ketenagakerjaan, hingga sosialisasi aturan cukai.

“Meski jumlahnya cukup besar, tantangan utama tetap pada bagaimana memastikan pemanfaatannya tepat sasaran dan benar-benar memberi dampak nyata,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pematangsiantar, Zainal Siahaan, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemkot Kediri. Menurutnya, Pematangsiantar hanya menerima sekitar 0,5 persen dari total DBHCHT yang diterima Kediri, namun dana itu tetap dioptimalkan untuk mendukung 7.000 pekerja pabrik rokok PT STTC melalui pelatihan dan bantuan alat kerja.

“Melalui kunjungan ini, kami ingin belajar dari Kota Kediri, khususnya terkait pemanfaatan DBHCHT yang lebih luas dan pengembangan layanan kesehatan serta rumah sakit,” jelas Zainal.

Selain membahas DBHCHT, rombongan juga menaruh perhatian pada pengembangan UMKM Kediri, termasuk produk batik karya siswa sekolah luar biasa yang dianggap inspiratif karena mampu memberi nilai tambah ekonomi sekaligus memberdayakan masyarakat.

Menutup kunjungannya, Zainal berharap pertukaran pengalaman ini bisa terus berlanjut.

“Meski saya segera memasuki masa purna tugas, komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan DBHCHT dan pengembangan sektor ekonomi akan terus diteruskan pemerintah daerah,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhamad Dastian Yusuf
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.