KabarBaik.co, Bojonegoro– Kebijakan Bike to Work yang mulai diterapkan Pemkab Bojonegoro sejak Senin (30/3) menghadirkan beragam cerita menarik di lapangan. Salah satunya datang dari Kecamatan Kasiman, ketika seorang guru justru menjalankan kebijakan tersebut dengan cara yang tak biasa, yakni berlari menuju tempat kerja.
Adalah Ahmad Zaki Febriansyah, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMPN 1 Kasiman, yang memilih menukar sepeda dengan sepatu lari. Setiap Senin pagi, ia berangkat dari rumahnya di Kecamatan Padangan menuju sekolah dengan berlari sejauh kurang lebih 4 kilometer.
Bagi Zaki, jarak tersebut bukanlah hambatan, melainkan peluang. Di tengah rutinitas sebagai tenaga pendidik, ia melihat perjalanan itu sebagai ruang untuk merawat kebugaran sekaligus menyalurkan hobi lamanya.
“Kebetulan jaraknya cukup dekat, jadi saya memilih lari. Selain itu, lari memang sudah menjadi hobi saya sejak duduk di bangku SMP kelas 3 pada tahun 2006 lalu,” tuturnya dengan antusias.
Keputusan Zaki bukan tanpa dasar. Ia bukan sekadar pelari biasa, melainkan atlet berprestasi yang telah mengukir berbagai pencapaian di tingkat nasional. Deretan prestasi seperti Juara 1 Jateng Open Nasional, medali emas Kejurnas PPLM, hingga podium di ajang POMNAS dan Porprov Jawa Timur menjadi bukti konsistensinya di dunia lari. Bahkan, ia juga pernah menjuarai Citraland Marathon (42 km) dan meraih posisi kedua dalam Ultra Marathon (70 km).
Semangat hidup sehat yang ditunjukkan Zaki rupanya mulai menular. Pada Senin (6/4) kemarin, yang menjadi pekan kedua pelaksanaan kebijakan tersebut, ia tak lagi berlari seorang diri. Seorang rekan sejawatnya, Adji, guru Bimbingan Konseling (BK) di SMPN 1 Kasiman, turut bergabung menemaninya menyusuri jalanan pagi menuju sekolah.
“Minggu pertama saya lari sendiri, kemarin sudah ada teman yang ikut,” ujarnya.
Kebijakan Bike to Work diberlakukan bagi seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Bojonegoro setiap hari Senin, khususnya bagi mereka yang memiliki jarak tempat tinggal ke kantor di bawah 7 kilometer. Program ini bertujuan mendorong gaya hidup sehat sekaligus efisiensi energi di Bojonegoro.
Apa yang dilakukan Ahmad Zaki Febriansyah menunjukkan bahwa kebijakan tidak selalu harus dijalankan secara kaku. Kreativitas dalam menerjemahkan aturan justru dapat menghadirkan manfaat lebih luas. Dari sekadar berangkat kerja, menjadi gerakan hidup sehat yang menginspirasi lingkungan sekitar. (*)






