KabarBaik.co, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bergerak cepat mengantisipasi lonjakan inflasi menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 2026. Fokus utama saat ini adalah menjamin ketersediaan stok serta keterjangkauan harga komoditas pokok di pasar.
Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember Akhmad Helmi Luqman mengungkapkan adanya tren kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti cabai rawit merah, daging ayam ras, telur ayam, dan kedelai impor.
“Kami telah memetakan langkah konkret untuk meredam gejolak harga. Sesuai instruksi pemerintah pusat, pemantauan lapangan akan diperkuat untuk memastikan distribusi berjalan lancar,” ujar Akhmad Helmi, Rabu (25/ 2).
Helmi menjelaskan ada tiga Level Intervensi Pemkab Jember yang akan dilakukan, yakni penyaluran bantuan stimulan bagi petani dan penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD).
Pemkab juga berkolaborasi dengan Champion di Jawa Tengah dan Jawa Barat lewat dukungan Bank Indonesia guna menjamin pasokan cabai.
“Satgas Pangan dan TPID akan mengintensifkan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang distributor untuk mencegah praktik penimbunan,” katanya
Selain itu, perluasan Operasi Pasar (OP) dan Gerakan Pangan Murah (GPM), serta pemasangan banner Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasar rakyat sebagai transparansi harga.
Selain pangan, Pemkab juga memberikan perhatian pada penguatan UMKM melalui fasilitasi sertifikasi halal, serta percepatan program perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui evaluasi pembebasan BPHTB 0 Rupiah dan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Melalui sinergisitas bersama Bank Indonesia dan Bulog, khususnya dalam penyaluran beras SPHP, kami berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga,” pungkasnya. (*)






