KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Bagian Perekonomian menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2025.
Acara ini berlangsung di Ruang Bung Tomo Pemkab Jombang dan dibuka oleh Wakil Bupati Jombang Salmanudin, yang mewakili Bupati Jombang Warsubi.
Mengusung tema “Sinergi dan Inovasi TPID untuk Menjaga Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan di Kabupaten Jombang Tahun 2025”, kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan.
Di antaranya perwakilan Forkopimda Jombang, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jatim, Kepala BPS Jombang, pimpinan Perum Bulog, Ketua KADIN Jombang, serta para Kepala BUMD dan OPD lingkup Pemkab Jombang.
Sambutan Bupati Warsubi yang dibacakan oleh Wabup Salmanudin, ditegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen kuat dalam mengendalikan laju inflasi di daerah. Salah satu kunci keberhasilan, menurutnya, adalah koordinasi yang solid antar perangkat daerah melalui TPID.
“Kerja sama strategis antara Pemkab Jombang dengan Bank Indonesia Wilayah Provinsi Jawa Timur menjadi kunci menekan inflasi daerah,” ujar Wabup Salmanudin. Rabu (28/5).
Ia memaparkan bahwa meski Jombang tidak termasuk wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK) Bank Indonesia, kondisi inflasi daerah tetap dapat dipantau melalui Indeks Perkembangan Harga (IPH).
“Pada minggu pertama Maret 2025, inflasi tercatat 0,78 persen, dipicu oleh naiknya harga cabai rawit, cabai merah, dan bawang putih. Namun, di minggu pertama Mei 2025, Jombang mengalami deflasi sebesar -6,5 persen akibat penurunan harga cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut dari enam langkah konkret pengendalian inflasi daerah yang diinstruksikan Kementerian Dalam Negeri, Pemkab Jombang telah melaksanakan lima di antaranya, yaitu. Pencanangan gerakan menanam. Pelaksanaan operasi pasar murah. Inspeksi mendadak ke pasar dan distributor. Realisasi belanja tidak terduga (BTT). Pemberian subsidi transportasi dari APBD
Masih ada satu langkah yang belum terealisasi, yakni koordinasi dengan daerah penghasil komoditas guna menjamin kelancaran pasokan.
“Langkah ini akan menjadi fokus utama kita ke depan,” tegas Wabup Salmanudin.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Jombang juga mengapresiasi inisiatif TPID dalam mengembangkan Kios Pangan Soto Seger (Satu Desa Satu Toko Seger) yang saat ini telah beroperasi di Kecamatan Sumobito, Peterongan, dan Jogoroto.
Mengakhiri sambutannya, Gus Wabup mengajak seluruh elemen TPID untuk menjadi mitra aktif dalam mewujudkan tujuan bersama.
“Kebersamaan dan sinergi TPID sangat penting untuk mewujudkan Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua,” pungkasnya.(*)