KabarBaik.co, Batu – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mengambil langkah antisipatif menyusul melonjaknya harga plastik menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Salah satunya dengan mendorong penggunaan kemasan alternatif yang lebih hemat, sehat, dan ramah lingkungan dalam pembagian daging kurban.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto mengatakan, kondisi ini menjadi momentum untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai. “Dengan harga plastik yang naik, ini saat yang tepat beralih ke wadah alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Besek bambu atau daun bisa membantu menjaga kesegaran daging karena sirkulasi udaranya lebih baik,” ujar Heli, Jumat (1/5).
Heli menyarankan panitia kurban memanfaatkan bahan alami seperti besek bambu, daun pisang, hingga daun jati sebagai tempat daging. Selain lebih terjangkau, bahan tradisional tersebut dinilai mampu menjaga kualitas daging lebih baik dibandingkan plastik.
Selain itu, Pemkot Batu juga menggalakkan gerakan “Bawa Wadah Sendiri”. Masyarakat penerima daging diimbau datang membawa tempat makanan, wadah tertutup, atau panci kecil sesuai kupon yang dimiliki. “Langkah ini cukup efektif menekan biaya operasional panitia sekaligus mengurangi sampah plastik di lingkungan,” lanjutnya.
Heli menegaskan larangan penggunaan plastik hitam daur ulang untuk membungkus daging kurban. Menurutnya, jenis plastik tersebut berpotensi mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat mencemari makanan. “Jika memang harus memakai plastik, gunakan plastik bening atau kemasan food grade yang lebih aman untuk makanan,” tegasnya.
Ia menambahkan, efisiensi anggaran dari penghematan pembelian plastik dapat dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih prioritas, seperti kebersihan lokasi penyembelihan, kelancaran distribusi, hingga operasional panitia.
Meski demikian, aspek kebersihan dan higienitas tetap menjadi perhatian utama. “Wadah apa pun yang digunakan harus dipastikan bersih dan kering agar daging yang diterima masyarakat tetap layak konsumsi,” tandasnya. (*)








