KabarBaik.co, Bojonegoro – Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga hewan kurban di Kabupaten Bojonegoro mulai mengalami kenaikan signifikan. Lonjakan harga paling terasa terjadi pada komoditas sapi, dengan selisih mencapai Rp 1 juta hingga Rp 3 juta per ekor dibandingkan hari biasa.
Saat ini harga sapi kurban berada di kisaran Rp 25 juta hingga Rp 30 juta per ekor. Sementara itu, untuk sapi dengan bobot besar dan kualitas unggulan, harga jualnya dapat menembus hingga Rp 40 juta per ekor.
Salah satu pedagang di Pasar Hewan Bojonegoro, Marwoto, mengungkapkan bahwa tren kenaikan harga mulai terlihat seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap sapi dewasa siap potong. Menurutnya, kenaikan harga rata-rata berkisar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per ekor dibanding hari normal.
“Sekarang harga sudah naik, rata-rata Rp 25 juta sampai Rp 30 juta. Kalau kualitas bagus tentu lebih tinggi,” ujarnya, Senin (27/4).
Ia menambahkan, permintaan hewan kurban tidak hanya berasal dari warga Bojonegoro, tetapi juga dari sejumlah daerah lain. Hal ini turut mendorong aktivitas jual beli di pasar hewan menjadi semakin ramai.
Marwoto menyebutkan, penjualan sapi menjelang Idul Adha mengalami peningkatan cukup tajam. Pada hari biasa, penjualan berkisar 8 hingga 10 ekor per hari, namun kini meningkat menjadi 15 hingga 20 ekor per hari.
“Biasanya kalau mendekati kurban memang ramai. Penjualan bisa dua kali lipat,” tambahnya.
Pembeli diketahui datang dari berbagai wilayah, seperti Lamongan, Tuban, hingga luar Jawa Timur, termasuk Yogyakarta, Bogor, Bandung, dan Jakarta. Kenaikan harga dan permintaan diperkirakan masih akan terus berlangsung dan mencapai puncaknya sekitar satu pekan sebelum Idul Adha.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan memastikan ketersediaan hewan kurban tahun ini dalam kondisi aman, bahkan mengalami surplus.
Berdasarkan data terbaru, total stok hewan kurban mencapai 63.049 ekor, yang terdiri dari 15.504 ekor sapi, 20.211 ekor kambing, dan 24.634 ekor domba. (*)






