KabarBaik.co, Jombang – Empat pelajar SMPN 1 Wonosalam, Jombang, menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Mereka meraih penghargaan dalam ajang The Duke of Edinburgh’s International Award (DOE) 2026 yang digelar bersamaan dengan Awarding Jawa Timur Young Changemaker Academy (JAYCA) di Bondowoso.
Keempat pelajar tersebut adalah Nova Ayu Wulandari, Qoirul Deicha Kurnia Azzahra, Rizki Putri Dwi Aryanti, dan Zeema Aquila Tiya Huwaida. Mereka dinilai unggul dalam pengembangan diri, kepemimpinan, serta kontribusi sosial, khususnya di bidang pelestarian lingkungan.
Ajang ini diikuti lebih dari 150 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Namun, hanya 66 peserta yang berhasil lolos hingga tahap akhir dan berhak menerima penghargaan.
Kepala SMPN 1 Wonosalam, Heni Wahyudi, mengatakan capaian ini tidak lepas dari peran sekolah dalam mendorong siswa aktif di kegiatan berbasis lingkungan. Salah satunya melalui ekstrakurikuler “Polisi Air”. “Program ini jadi wadah siswa belajar sekaligus terjun langsung menjaga ekosistem sungai di wilayah hulu,” kata Heni saat dikonfirmasi, Senin (27/4).
Lewat kegiatan tersebut, para siswa dikenalkan metode bio monitoring dengan mempelajari makroinvertebrata organisme kecil di dasar sungai sebagai indikator kualitas air. Hasilnya kemudian dituangkan dalam buku berjudul Patroli di Bawah Arus: Jejak Makroinvertebrata Temuan Polisi Air.
“Karya ini menunjukkan pelajar mampu melakukan penelitian sederhana berbasis ilmiah, sekaligus memahami dampak kondisi lingkungan hulu bagi wilayah hilir,” ujarnya.
Salah satu peraih penghargaan, Rizki Putri Dwi Aryanti (14), mengaku pengalaman ini mengubah cara pandangnya terhadap lingkungan. Ia kini lebih berani menyuarakan isu pencemaran dan pentingnya menjaga kualitas air. “Sekarang saya lebih peka dan berani bicara soal lingkungan. Ternyata peran anak muda itu penting,” katanya.
Selama program berlangsung, para peserta mendapat pendampingan dari organisasi lingkungan. Mereka dibekali pengetahuan soal pencemaran air, mikroplastik, hingga keberlanjutan ekosistem sungai. Tak hanya itu, siswa juga diminta turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengamatan, lalu menyusun solusi berbasis data dari temuan mereka.
Program JAYCA menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk memahami persoalan sosial dan lingkungan, sekaligus mendorong aksi nyata. Penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal langkah para pelajar sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing. (*)






