Pemkot Lubuk Linggau Belajar ke Kota Mojokerto, Tertarik Sukses Optimalisasi PAD dari Rumija

oleh -100 Dilihat
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menerima kunjungan benchmarking Wali Kota Lubuk Linggau Rachmat Hidayat di Balai Kota Mojokerto (istimewa)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menerima kunjungan benchmarking Wali Kota Lubuk Linggau Rachmat Hidayat di Balai Kota Mojokerto (istimewa)

KabarBaik.co, Mojokerto – Keberhasilan Pemerintah Kota Mojokerto mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan Ruang Milik Jalan (Rumija) sebagai lokasi penyelenggaraan infrastruktur telekomunikasi menarik perhatian daerah lain. Salah satunya Pemerintah Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, yang datang untuk melakukan studi benchmarking.

Rombongan dipimpin langsung Wali Kota Lubuk Linggau, Rachmat Hidayat, dan diterima Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita mengatakan, optimalisasi PAD dari pemanfaatan Rumija mulai menjadi fokus pada periode kepemimpinannya yang kedua. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas arahan pemerintah pusat agar daerah mampu menghadirkan skema creative financing dan innovative financing guna memperkuat kemandirian fiskal.

“Potensi ini sebenarnya sudah ada sejak periode pertama, tetapi belum kami optimalkan. Memasuki tahun 2025, ketika ada arahan mengenai creative financing, innovative financing, peningkatan PAD, dan adanya pengurangan Transfer ke Daerah (TKD), kami sepakat bergerak cepat mengoptimalkan potensi tersebut,” ujar Ning Ita, Kamis (6/8).

Ia menjelaskan, penataan pemanfaatan Rumija bukan proses yang mudah. Pemerintah Kota Mojokerto harus membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum, untuk memastikan seluruh penyelenggara infrastruktur telekomunikasi mematuhi aturan yang berlaku.

Bahkan, Pemkot Mojokerto sempat melakukan penyegelan terhadap sejumlah penyedia layanan telekomunikasi sebagai bagian dari penegakan regulasi.

“Dari potensi pendapatan sebesar Rp 27,2 miliar, saat ini sekitar Rp 17 miliar telah berhasil masuk ke kas daerah,” katanya.

Ning Ita berharap kunjungan tersebut menjadi momentum berbagi pengalaman mengenai regulasi, strategi, hingga implementasi pemanfaatan Rumija sebagai salah satu sumber pembiayaan daerah.

“Semoga sinergi ini tidak berhenti pada kunjungan hari ini saja. Saya yakin setiap daerah memiliki potensi masing-masing. Melalui saling berbagi pengalaman, kita bisa saling belajar untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Lubuk Linggau Rachmat Hidayat mengatakan, Kota Mojokerto dipilih sebagai tujuan benchmarking karena dinilai berhasil meningkatkan PAD melalui pemanfaatan Rumija.

Menurutnya, kunjungan tersebut juga bertujuan mempelajari regulasi yang diterapkan Pemerintah Kota Mojokerto agar dapat diadaptasi di daerahnya.

“Kami ingin mempelajari regulasi yang diterapkan Kota Mojokerto. Dari penjelasan Ibu Wali Kota, jika menggunakan mekanisme retribusi maka pendapatannya tidak akan maksimal, sehingga skema sewa menjadi pilihan yang lebih efektif. Kami sudah menyusun Peraturan Wali Kota dan ke depan akan kami tingkatkan menjadi Peraturan Daerah agar memiliki landasan hukum yang lebih kuat,” ujar Rachmat.

Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah lain.

Harapannya, praktik baik yang telah diterapkan tidak hanya memperkuat kemandirian fiskal Kota Mojokerto, tetapi juga menjadi referensi bagi daerah lain dalam mengoptimalkan potensi pendapatan untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.