KabarBaik.co, Mojokerto— Pemkot menyalurkan dana hibah tahun anggaran 2026 kepada 50 lembaga sebagai upaya memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan dan pelayanan sosial.
Penyaluran hibah dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, di Pendopo Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Rabu (8/4).
Wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu menegaskan bahwa hibah bukan sekadar bantuan dana, melainkan instrumen untuk memperkuat kapasitas lembaga di tengah masyarakat.
“Dana hibah ini menjadi sarana untuk mempercepat capaian program pemerintah, sekaligus memperkuat kelembagaan,” ujar Ning Ita.
Ia menjelaskan lembaga penerima hibah tahun ini terdiri dari berbagai unsur, mulai dari rumah ibadah, lembaga pendidikan keagamaan, hingga lembaga layanan masyarakat yang selama ini berperan langsung dalam kehidupan sosial warga.
Menurut dia, hibah tersebut juga diarahkan untuk mendukung visi pembangunan Kota Mojokerto, khususnya dalam penguatan ketahanan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ning Ita menekankan bahwa keberhasilan program pemerintah tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi dengan masyarakat.
“Program pemerintah tidak akan berjalan optimal tanpa kolaborasi. Melalui hibah ini, kami ingin memastikan lembaga-lembaga di masyarakat ikut terlibat aktif,” katanya.
Selain penyaluran hibah, kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi regulasi terkait pengelolaan dana agar dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Pemkot Mojokerto berharap, dukungan hibah ini dapat mendorong berkembangnya berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan pelayanan masyarakat, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga. (*)







