KabarBaik.co, Jember – Upaya pencarian terhadap Buyang, 44 tahun, warga asal Gambiran, Banyuwangi, yang hilang di Sungai Garahan, Kecamatan Silo, Jember, masih menemui jalan buntu.
Hingga memasuki hari keempat pencarian pada Rabu sore (29/4), tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Insiden memilukan ini bermula pada Minggu (26/4) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, korban berpamitan untuk mandi di sungai yang berada tepat di belakang Depot Garahan Asri. Namun, hingga sore hari, Buyang tak kunjung kembali.
Keluarga yang merasa cemas segera melakukan pencarian dan hanya menemukan barang-barang milik korban yang tertinggal di tepian sungai, antara lain, satu ember berisi peralatan mandi, pakaian dan tas selempang berisi satu unit ponsel merek Vivo.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi. Diduga kuat, penyakit tersebut kambuh saat korban sedang berada di air, sehingga ia tidak mampu menyelamatkan diri saat terseret arus sungai.
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo menyatakan bahwa pencarian pada hari keempat ini telah dilakukan secara maksimal dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 melakukan penyisiran permukaan sungai menggunakan perahu karet rafting milik Basarnas. Sedangkan SRU 2, fokus pada deteksi bawah air menggunakan perahu karet Faji dan alat Aquaeye sensor canggih untuk melacak keberadaan objek di kedalaman sungai.
“Kondisi cuaca di lokasi sempat diguyur hujan ringan, yang menjadi tantangan tersendiri bagi personel di lapangan karena debit air dan arus sungai yang fluktuatif,” ujar Edy,
Pencarian ini melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari BPBD Jember, Basarnas, TNI/Polri, hingga puluhan relawan dari berbagai organisasi seperti Faji, Siluman Rescue, PMI, dan Relawan Gumitir.
Mengingat jarak pandang yang terbatas dan faktor cuaca, operasi SAR dihentikan sementara pada pukul 16.00 WIB.
“Giat Operasi SAR akan dilanjutkan kembali besok pagi, Kamis (30/4), mulai pukul 07.00 WIB,” tegasnya.
Untuk sementara, posko koordinasi tetap disiagakan di Balai Desa Garahan guna memantau perkembangan situasi dan memfasilitasi komunikasi antara tim ahli dengan pihak keluarga korban yang terus menunggu kabar baik. (*)








