KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendorong penguatan mitigasi banjir seiring meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi di berbagai daerah. Seruan itu disampaikan Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo, dalam peringatan 80 Tahun Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) yang digelar di kantor Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM), Rabu (3/12).
Acara tersebut dihadiri Plt Kadis PU Pengairan Riza Al Fahrobi, Plt Kadis PU CKPP Suyanto Wospo Tondo Wicaksono, Direktur PUDAM Abd Rahman, serta seluruh pegawai PU Pengairan, PU CKPP, dan PUDAM. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan penyerahan santunan sebelum memasuki sesi arahan dari Sekda.
Dalam sambutannya, Guntur menyoroti bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menyebut kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa peningkatan risiko bencana perlu diantisipasi melalui pengelolaan ruang dan lingkungan yang lebih baik.
“Badai memang tidak bisa dikendalikan. Tapi ada variabel lain yang bisa kita antisipasi, terutama kerusakan kawasan hulu dan deforestasi,” ujar Guntur.
Menurutnya, hilangnya tutupan lahan memperbesar laju aliran permukaan (runoff), sehingga banjir bandang membawa material dalam jumlah besar dan meningkatkan potensi longsor. Karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan konservasi air dan pengawasan tata guna lahan.
“Kita harus mawas diri dalam tata kelola ruang. Salah urus di hulu, dampaknya terasa di hilir,” tegasnya.
Guntur mendorong jajaran dinas PU untuk memperketat pengawasan pemanfaatan ruang, termasuk proses perizinan yang berkaitan dengan kawasan penyangga dan daerah tangkapan air. Selain itu, ia mengajak para insan PU untuk terus berinovasi dalam upaya mitigasi, salah satunya melalui pembangunan rorak atau lubang resapan sebagai solusi teknis jangka pendek.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa setiap intervensi teknis harus dilandasi kajian mendalam agar tidak menimbulkan persoalan baru. “Analisis tanah dan aliran air tetap wajib dilakukan,” tambahnya.
Usai kegiatan, Sekda bersama jajaran Dinas PU melakukan peninjauan proses bedah rumah milik warga terdampak banjir di Lingkungan Gareng, Kelurahan Sobo.






