Peringati Bulan Bung Karno, PDIP Jombang Gelar Doa Bersama dan Festival Kuliner Non Beras

oleh -99 Dilihat
f519bcb7 cc3c 40aa 952b b74dae3561e6
Foto bersama. (Foto: Teguh)

KabarBaik.co – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, DPC PDIP Kabupaten Jombang menggelar doa bersama dan festival kuliner Nusantara bertema makanan pendamping beras. Kegiatan ini berlangsung di kantor DPC PDIP Jombang pada Minggu (22/6).

Sekretaris DPC PDIP Jombang Donny Anggun, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang rutin digelar setiap tahun.

“Pada 1 Juni kita upacara bendera memperingati Hari Lahir Pancasila, lalu 6 Juni kita adakan sarasehan bertema perempuan berdaya. Tanggal 21 kemarin, kami ziarah ke makam Bung Karno di Blitar bersama kader partai dan Satgas. Hari ini, puncaknya kita gelar lomba kuliner Nusantara dengan tema makanan pendamping beras,” ujar Donny.

Donny menegaskan bahwa lomba kuliner ini mengusung konsep bahan makanan pengganti beras, seperti singkong, jagung, dan bahan lokal lain yang memiliki fungsi serupa sebagai sumber karbohidrat.

“Kita tidak lombakan masakan dari beras, tapi dari bahan lain yang fungsinya sama. Misalnya singkong, jagung, dan lain-lain. Kita ingin mengenalkan alternatif pangan kepada masyarakat agar tidak tergantung beras,” jelasnya.

Peserta lomba berasal dari kader-kader perempuan PDIP di 21 kecamatan se-Kabupaten Jombang. Dari hasil penjurian, terpilih enam juara, yakni:

Juara 1: Kecamatan Megaluh.
Juara 2: Kecamatan Tembelang.
Juara 3: Kecamatan Kudu.
Harapan 1: Kecamatan Sumobito.
Harapan 2: Kecamatan Ngusikan.
Harapan 3: Kecamatan Jombang.

“Kami memang mengutamakan partisipasi kader perempuan agar mereka bisa berkreasi sesuai tema. Ini juga bagian dari semangat pemberdayaan perempuan,” tambah Donny.

Lebih lanjut, Donny mengungkapkan bahwa semangat mencintai kuliner lokal ini juga sejalan dengan Bung Karno yang dikenal menyukai masakan Nusantara. Ia bahkan pernah menulis buku tebal tentang kuliner Indonesia.

“Ini juga bagian dari upaya kita untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras dan bahan pangan impor seperti gandum. Banyak bahan pangan lokal yang bernutrisi dan layak dikonsumsi. Kita ingin masyarakat kembali mengapresiasi kekayaan pangan nenek moyang kita,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.