KabarBaik.co, Batu – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menghadirkan cara berbeda dalam memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), peringatan May Day tahun ini dikemas dalam ajang penghargaan bertajuk Nakers Award 2026 yang akan digelar pada 6 Mei mendatang.
Kepala Disnaker Kota Batu, Mokhamad Forkan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan yang memiliki komitmen kuat terhadap ketenagakerjaan, sekaligus mendorong terciptanya hubungan industrial yang sehat dan harmonis.
“Ada pemberian penghargaan dengan kategori lengkap, mulai dari kepatuhan ketenagakerjaan, kesejahteraan pekerja, kelembagaan hubungan industrial, inovasi, hingga dialog sosial,” ujar Forkan, Jumat (1/5).
Menurutnya, program ini juga merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Dalam Negeri agar peringatan May Day di daerah tidak hanya diisi aksi tuntutan, tetapi juga kegiatan yang lebih positif, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Forkan menilai selama ini peringatan Hari Buruh seringkali identik dengan perjuangan hak pekerja semata. Padahal, peran pengusaha sebagai penyedia lapangan kerja juga penting untuk mendapatkan apresiasi. “Perlu ada keseimbangan. Hak pekerja tetap diperjuangkan, namun peran pengusaha juga harus dilihat, sehingga tidak muncul kesan bahwa pengusaha hanya terus dituntut,” jelasnya.
Ia berharap melalui Nakers Award 2026, iklim ketenagakerjaan di Kota Batu semakin kondusif dan hubungan antara pekerja dan pengusaha dapat terjalin lebih harmonis. Selain seremoni penghargaan, kegiatan ini juga akan diramaikan dengan berbagai agenda sosial seperti bakti sosial, layanan kesehatan gratis, pasar murah, hingga pertunjukan budaya yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan pada 6 Mei 2026 juga disesuaikan agar tidak berbenturan dengan agenda nasional May Day Fiesta 2026 yang akan dipusatkan di Monumen Nasional pada 1 Mei. Melalui konsep ini, Pemkot Batu ingin menjadikan peringatan May Day sebagai momentum memperkuat kolaborasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam membangun sektor ketenagakerjaan yang lebih berkelanjutan. (*)







