Perkuat Pembinaan Atlet, KONI Jatim dan RS Ubaya Bekali Pelatih Puslatda Pengetahuan Pencegahan Cedera

oleh -94 Dilihat
Koni rs ubaya
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pembinaan atlet sekaligus menekan risiko cedera.

KabarBaik.co, Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menggandeng RS Ubaya untuk memberikan edukasi penanganan dan pencegahan cedera atlet kepada para pelatih yang tergabung dalam Pusat Latihan Daerah (Puslatda) Jatim.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pembinaan atlet sekaligus menekan risiko cedera yang kerap mengganggu performa, baik saat latihan maupun kompetisi.

Direktur Utama RS Ubaya, dr. Wenny Retno Sarie Lestari, menegaskan pentingnya peningkatan pemahaman pelatih terhadap kondisi fisik atlet. Menurutnya, pelatih memiliki peran strategis dalam mendeteksi gejala cedera sejak dini dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Ia mengungkapkan, masih ditemukan kasus atlet yang tetap dipaksakan bertanding meski dalam kondisi tidak prima. Hal tersebut berpotensi menurunkan performa sekaligus memperparah cedera yang dialami.

“Melalui edukasi ini, kami ingin memastikan setiap cedera ditangani secara cepat dan tepat, dengan dukungan layanan medis yang lengkap, mulai dari instalasi gawat darurat, tindakan operasi, hingga fisioterapi dan rehabilitasi,” ujarnya, Jumat (1/5).

Wenny menambahkan, kolaborasi antara RS Ubaya dan KONI Jatim diarahkan untuk menghadirkan layanan kesehatan olahraga yang komprehensif dan terintegrasi. Layanan tersebut mencakup aspek preventif, promotif, kuratif, hingga rehabilitatif.

Selain itu, keberadaan tim sport clinic diharapkan mampu mempercepat pemantauan kondisi atlet, sehingga proses pemulihan dapat berjalan optimal dan atlet dapat kembali bertanding dalam kondisi prima.

Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai edukasi medis bagi pelatih merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan atlet.

“Pelatih tidak hanya dituntut mengejar prestasi, tetapi juga harus memahami mekanisme latihan yang benar serta penanganan cedera yang tepat demi keselamatan atlet,” tegasnya.

Nabil juga menekankan pentingnya pencegahan cedera melalui pemahaman menyeluruh, serta komunikasi terbuka antara pelatih dan atlet terkait kondisi fisik masing-masing.

Melalui sinergisitas ini, KONI Jatim berharap penanganan cedera atlet dapat dilakukan secara lebih optimal. Dengan demikian, proses pembinaan berjalan maksimal dan mampu melahirkan prestasi olahraga yang berkelanjutan dan membanggakan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.