Persebaya Tersungkur di Kandang, Bhayangkara FC Menyelinap ke Empat Besar

oleh -85 Dilihat
PERSEBAYA MADURA
Francisco Rivera saat berlaga di pertandingan melawan Madura United. (Persebaya)

KabarBaik.co, Surabaya- Persaingan papan atas Super League 2025/2026 tampaknya makin menyala.  Kurang banyak sorotan, Bhayangkara FC diam-diam merangsek ke posisi keempat klasemen, menggeser Malut United dalam perburuan tiket zona elite. Di sisi lain, Persebaya justru harus menelan pil pahit usai tumbang di kandang sendiri dan kini tertahan di papan tengah.

Dengan koleksi 47 poin dari 28 pertandingan, Bhayangkara FC sukses menyalip Malut United yang mengoleksi 46 poin dari 27 laga. Sementara itu, tiga besar masih ditempati Persib (64 poin), Borneo FC (60 poin), dan Persija (55 poin). Di bawahnya, Persebaya harus puas berada di peringkat keenam dengan 42 poin dari jumlah laga yang sama.

Hasil minor Persebaya tak lepas dari kekalahan 1-2 saat menjamu Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat  (17/4) malam. Kekalahan tersebut menjadi yang kedua secara beruntun bagi Bajul Ijo, sekaligus memperberat langkah mereka dalam persaingan menuju papan atas. Sebelumnya, Green Force kalah telak 3-0 dari Persija Jakarta di Stadion GBK.

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Persebaya sebenarnya mencoba tampil agresif. Memasuki awal babak kedua, mereka meningkatkan intensitas serangan dan berupaya mengontrol jalannya pertandingan. Namun, dominasi tersebut tak diiringi dengan ancaman nyata ke gawang lawan.

Alih-alih menyamakan kedudukan, Persebaya justru kembali kebobolan melalui skema serangan balik cepat. Celah di lini belakang dimanfaatkan dengan baik oleh Madura United yang sukses menggandakan keunggulan pada pertengahan babak kedua.

Tertinggal dua gol membuat pelatih Bernardo Tavares bereaksi cepat. Sejumlah pergantian pemain dilakukan untuk menambah daya gedor. Masuknya Riyan Ardiansyah terbukti memberi dampak instan setelah ia memperkecil kedudukan menjadi 1-2 pada menit ke-79, memanfaatkan umpan matang dari Milos Raickovic.

Gol tersebut membakar semangat tuan rumah. Persebaya terus menekan dan menciptakan beberapa peluang berbahaya di sisa waktu pertandingan. Bahkan, peluang emas sempat hadir di menit ke-88 melalui sepakan keras Mihailo Perovic, namun bola hanya membentur mistar gawang.

Meski tambahan waktu delapan menit diberikan, Persebaya gagal menemukan gol penyeimbang. Skor 1-2 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.

Hasil ini menjadi sinyal bahaya bagi Persebaya yang mulai tertinggal dalam persaingan papan atas. Sebaliknya, konsistensi Bhayangkara FC menjadi ancaman serius bagi tim-tim di atasnya, terutama dengan enam pertandingan tersisa menuju akhir musim.

Sebaliknya, kemenangan Madura United atas Persebaya itu membuatnya mulai menjauh dari zona merah, Daru 28 laga, Madura United berada di posisi 14 dengan 26 poin. Tiga tim yang terancam degradasi masing-masing PSBS Biak, Semen Padang dan Persis Solo.

Dengan total 34 laga dalam satu musim, setiap poin kini menjadi sangat krusial. Perebutan posisi empat besar pun dipastikan akan berlangsung ketat hingga pekan terakhir. Adapun untuk pemuncak klasemen, sepertinya satu kaki Persib Bandung sudah di tangga juara. Yang masih berpeluang praktis hanya Borneo dan  Persija. Itupun butuh keajaiban-keajaiban,

Jika Maung Bandung kembali juara musim ini, maka mereka meraih juara tiga kali berturut-turut, sebuah catatan prestasi yang sebelumnya tidak pernah terjadi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.