KabarBaik.co, Jombang – Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, meresmikan Rumah Pengelolaan Sampah sebagai upaya memperkuat budaya peduli lingkungan di lingkungan pesantren.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara pihak pesantren, P3M, dan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP). Peresmian tersebut menjadi bagian dari pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis pesantren.
Perwakilan CCEP Anang Zakariah mengatakan pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter santri, termasuk dalam hal kepedulian terhadap lingkungan.
“Pesantren bukan hanya tempat belajar ilmu agama, tetapi juga membangun kebiasaan hidup bersih dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan edukasi pengurangan plastik sekali pakai serta pemanfaatan limbah menjadi barang bernilai guna menjadi fokus dalam program tersebut.
Hal senada disampaikan perwakilan P3M, Khoerudin. Ia menilai pesantren memiliki potensi besar menjadi pusat edukasi lingkungan berbasis masyarakat.
“Penguatan kelembagaan lingkungan di pesantren menjadi langkah penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Ketua Eco Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Hilmy, menegaskan bahwa program ini tidak semata mengejar keuntungan ekonomi, tetapi lebih pada membangun kesadaran lingkungan di kalangan santri.
“Ini gerakan sosial dan edukasi. Tujuannya agar santri terbiasa menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan,” ungkapnya.
Rumah Pengelolaan Sampah tersebut dirancang sebagai pusat pengelolaan terpadu, mulai dari pemilahan sampah, pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot dan kompos, hingga pengumpulan sampah anorganik bernilai ekonomi.
Selain itu, fasilitas ini juga akan difungsikan sebagai sarana edukasi bagi santri dan masyarakat sekitar.
Dengan jumlah santri lebih dari 6.000 orang, keberadaan fasilitas ini dinilai strategis untuk menekan volume sampah sekaligus mendorong pola hidup bersih dan ramah lingkungan.
Melalui kolaborasi lintas pihak, pesantren berharap program ini bisa menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis pesantren yang berdampak secara sosial, lingkungan, dan ekonomi. (*)







