Petani Tembakau Jombang Mulai Bersiap, Target Tanam 6.000 Hektare di Musim 2026

oleh -117 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 08 at 1.09.56 PM
Petani tembakau di utara Brantas Jombang mulai siapkan lahan dan bibit jelang musim tanam 2026 (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co, Jombang– Petani tembakau di wilayah utara Sungai Brantas, Jombang, mulai melakukan persiapan menjelang musim tanam tahun 2026.

Sejumlah kecamatan seperti Ploso, Kabuh, Kudu, Ngusikan, hingga Plandaan saat ini masih fokus pada pengolahan lahan dan pembibitan.

Wakil Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang, Tek Diwanto, mengatakan para petani saat ini masih berada pada tahap awal sembari menunggu kondisi tanah siap untuk ditanami.

“Kalau sekarang kami masih persiapan. Semua lima kecamatan di utara Brantas seperti Ploso, Kabuh, Kudu, Ngusikan dan Plandaan sedang persiapan,” ujar Tek, Jumat (8/5).

Sambil menunggu lahan siap, petani memaksimalkan perawatan bibit tembakau. Ia menyebut varietas yang disiapkan cukup beragam, di antaranya jinten pakpie 1, jinten pakpie 2, dan manilo.

“Sembari menunggu tanah siap kami menyiapkan bibitnya. Di saya ini ada tiga jenis, jinten pakpie 1, jinten pakpie 2 dan manilo,” jelas petani asal Desa Bendungan, Kecamatan Kudu tersebut.

Saat ini, usia bibit tembakau rata-rata berkisar antara 15 hingga 20 hari. Bibit tersebut diperkirakan baru siap dipindahkan ke lahan tanam setelah berumur sekitar 40 hingga 50 hari.

“Usia bibit sekarang di angka 15-20 hari, nanti baru siap ditanam mungkin sebulan lagi,” ungkapnya.

Dengan perhitungan tersebut, masa tanam diperkirakan mulai berlangsung pada pertengahan Mei 2026, dengan puncak tanam serentak terjadi pada akhir Mei 2026.

“Mulai tanam mungkin pertengahan Mei 2026 dan yang serentak nanti di akhir Mei,” tambahnya.

Untuk target tanam tahun ini, APTI Jombang menyebut masih berada di angka lebih dari 6.000 hektare. Bahkan, tidak menutup kemungkinan luas tanam akan meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Target tanam tetap di angka 6.000 hektare lebih, bahkan bisa lebih lagi melihat serapan bibit saat ini,” ujarnya.

Di sisi lain, Tek juga menyinggung prakiraan cuaca tahun ini yang diprediksi mengalami kemarau panjang. Ia berharap kondisi tersebut justru berdampak positif terhadap hasil panen tembakau.

“Kalau melihat prakiraan tahun ini kemarau panjang, kami berharap hasilnya bisa lebih baik dari tahun kemarin,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.