KabarBaik.co – Upaya meningkatkan kualitas budidaya perikanan di wilayah pesisir Gresik kembali digaungkan Petrokimia Gresik. Melalui gelaran “Petro Fishtival Gogoh Iwak” yang berlangsung di tambak Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kamis (4/12), perusahaan anggota holding Pupuk Indonesia ini mengajak para petambak menerapkan praktik budidaya modern yang lebih berkelanjutan.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo, mengatakan bahwa lomba menangkap ikan secara tradisional dengan tangan kosong tersebut bukan sekadar ajang hiburan. Sebagian besar peserta merupakan petambak, sehingga momentum ini sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai budidaya sesuai standar Good Aquaculture Practices (GAP).
“Selaras dengan edukasi tersebut, Petrokimia Gresik memiliki probiotik andalan bernama Petrofish. Produk ini mengandung mikroba unggul yang sudah terbukti mampu meningkatkan produktivitas budidaya ikan maupun udang. Kami berharap pengetahuan dan teknologi yang dibagikan hari ini dapat diadopsi oleh para petambak, sehingga hasil panen semakin melimpah dan berkelanjutan,” ujar Adit, sapaan akrabnya.
Menurut Adit, penggunaan Petrofish memberikan beragam manfaat, mulai dari tingginya tingkat kelangsungan hidup ikan dan udang, meningkatnya pertumbuhan pakan alami, kualitas air tambak yang lebih baik, hingga kemampuan menekan pertumbuhan patogen merugikan.
BPS mencatat, Kabupaten Gresik memiliki kawasan tambak seluas 28.654 hektare, mencakup tambak air payau dan air tawar. Letaknya yang banyak berada di wilayah pesisir menjadikan sektor perikanan sebagai sumber penghidupan utama bagi masyarakat.
“Potensi besar inilah yang menjadikan Gresik sebagai ruang pembelajaran, penelitian, dan pengembangan mutu perikanan. Petrokimia Gresik berkomitmen untuk mendorong peningkatan produktivitas usaha tani serta budidaya perikanan,” ucap Adit menegaskan.
Ia juga menyebut lomba gogoh iwak bisa menjadi cara unik menarik minat generasi muda agar turut memajukan sektor perikanan. “Keberhasilan budidaya perikanan yang berkelanjutan di masa depan bergantung pada keterlibatan generasi penerus,” kata Adit.
Pada lomba tersebut, peserta berlomba menangkap ikan nila dan bandeng dengan tangan kosong di dalam satu petak tambak. Pemenang ditentukan dari bobot hasil tangkapan terberat.
Resmikan Petromart Official Hub
Dalam kesempatan yang sama, Petrokimia Gresik meresmikan Petromart Official Hub yang berlokasi di area Kebun Percobaan perusahaan, Jl. Tri Dharma, Karangturi, Gresik. Fasilitas ini menjadi pusat pemasaran produk-produk inovasi perusahaan, termasuk pupuk kemasan kecil dan Petrofish.
“Kami menyadari bahwa kebutuhan petani semakin berkembang. Mereka tidak hanya membutuhkan produk berkualitas, tetapi juga akses yang mudah, pendampingan, dan edukasi. Melalui Petromart Official Hub, semua itu dapat terwujud dengan lebih dekat dan penuh kehangatan kolaborasi,” jelas Adit.
Ia menambahkan, penjualan produk komersial Petrokimia Gresik, Phonska Cair, kini telah menembus 200 ribu botol. Capaian tersebut menunjukkan kontribusi positif terhadap pertumbuhan perusahaan sekaligus produktivitas pertanian nasional.
“Kami berharap Petromart Official Hub akan terus tumbuh di banyak wilayah, memperkuat pemasaran produk pengembangan Petrokimia Gresik, serta memperluas dampak sosial-ekonomi bagi petani Indonesia,” tutupnya.(*)







