PKDI Blitar Ingatkan Kades Tertib Kelola Anggaran, Hindari Risiko Hukum

oleh -360 Dilihat
Ketua PKDI Kabupaten Blitar Rudy Puryono.
Ketua PKDI Kabupaten Blitar Rudy Puryono.

KabarBaik.co, Blitar – Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Blitar mengingatkan seluruh kepala desa (kades) agar disiplin dalam mengelola anggaran desa. Imbauan ini dinilai penting, terutama menjelang kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026.

Ketua PKDI Kabupaten Blitar Rudy Puryono, menegaskan bahwa pengelolaan dana desa (DD) maupun alokasi dana desa (ADD) harus mengacu pada aturan yang berlaku.

“Setiap penggunaan anggaran harus sesuai regulasi. Jika terjadi penyimpangan, potensi temuan audit pasti ada,” ujarnya, Minggu (5/4).

Ia menjelaskan, temuan dalam audit bisa berujung pada persoalan serius apabila tidak dapat dipertanggungjawabkan atau dikembalikan.

“Kalau tidak bisa diselesaikan, bisa masuk ke ranah hukum, baik pidana umum maupun tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Menurutnya, jabatan kepala desa merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas. Selain fokus pada pembangunan, kades juga dituntut memahami tata kelola keuangan secara menyeluruh.

“Jangan hanya fokus pembangunan fisik, tapi juga harus paham aturan pengelolaan anggaran,” tambahnya.

PKDI berharap seluruh kepala desa dapat menjalankan pemerintahan secara profesional dan menghindari kesalahan administratif yang berpotensi menghambat pembangunan desa.

“Jangan sampai desa tidak berkembang atau justru kadesnya tersangkut masalah hukum karena kelalaian,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.