PMI Banyuwangi Dikabarkan Telantar di Malaysia, P4MI Lakukan Penelusuran

oleh -61 Dilihat
Kepala P4MI Tapal Kuda, Feri Meriyanto. (Ikhwan)

KabarBaik.co – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Banywuangi dikabarkan telantar di Malaysia. Informasi yang dihimpun, PMI itu bernama Sundai Ningsih (44), warga Kecamatan Genteng, Banyuwangi.

Perempuan itu dikabarkan menderita penyakit stroke. Itu yang kemudian menjadi penyebab ia terlunta-lunta di negeri Jiran.

Kabar ini dibenarkan oleh Kepala Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Feri Meryanto.

Setelah beredar kabar P4MI berencana akan berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia.

“Kita sudah dengar kabar tersebut, makanya kita akan coba berkoordinasi dengan pihak KBRI untuk dapat melakukan pemulangan ke Indonesia,” ujar Koordinator P4MI Banyuwangi, Fery Meryanto.

Pihaknya mengaku masih mengusut identitas korban. Data diri korban juga masih diselidiki.

Baca juga:  Sebelum Meninggal Dunia, Santri Banyuwangi Korban Penganiyaan Sempat Minta Tolong ke Keluarga

“Kita masih akan cek nanti identitas paspornya, termasuk kita bisa lihat nanti dia berangkat dari mana dan mulai kapan berangkatnya,” terangnya.

Fery menjelaskan, jika sejumlah foto yang memperlihatkan seorang PMI perempuan sedang sakit di Malaysia memang viral di media sosial (medsos). Menurut informasi, TKW tersebut bernama asal Kecamatan Genteng.

“Kabar yang beredar, bersangkutan mengidap penyakit stroke dan telantar di negeri Jiran. Asih juga dikabarkan tak bisa pulang ke kampung halaman karena tidak memiliki keluarga,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPW Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Jawa Timur, Agung Subastian mengaku, juga sudah mendapat kabar tersebut dari jaringan organisasi PMI di Malaysia.

“Dalam foto itu kondisi ibu asih ini dalam kondisi memprihatinkan karena sakit stroke dan tidak bisa berbicara sama sekali,” terangnya.

Baca juga:  Tokoh Masyarakat Banyuwangi Imbau Masyarakat Tetap Rukun Pascapemilu

Agung mengaku mendapat kabar tersebut pada awal Maret 2024 lalu melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp (WA).

“Saya dapat kiriman foto dan pesan WA pada Jumat 1 Maret 2024 kemarin sore. Katanya ada warga Banyuwangi telantar karena sakit kanker dan stroke sehingga tidak sadarkan diri,” jelasnya.

Agung menjelaskan, jika rekan sesama organisasi PMI di Malaysia masih kesulitan untuk mencari informasi tentang keluarga dan daerah asalnya. Meski begitu, pihak SBMI Jawa Timur masih berusaha mencari alamat lengkap korban yang berada di Kecamatan Genteng.

“Informasi sementara, SBMI sudah dapat salinan foto depan identitas paspornya ibu asih yang pernah membuat paspor di Jember,” sebutnya.

Baca juga:  Peselancar Hilang di Perairan Grajagan Banyuwangi Ditemukan Meninggal Dunia

Agung menambahkan, jika dalam paspor yang ditemukan tanggal lahir korban tertulis 6 Mei 1979 di Kabupaten Jember. Sedangkan Paspor tersebut dibuat pada tahun 2020.

“Tapi ini belum bisa jadi patokan, karena kami harus mengkroscek lagi kebenaran data itu ke kantor Imigrasi Jember,” tuturnya.

Agung menambahkan, jika untuk posisi korban saat ini berada di Kuala Ampang, Kuala Lumpur, Malaysia. Yang bersangkutan sedang dirawat oleh sesama PMI.

“Informasinya sebelum sakit ibu asih ini sudah dibantu pulang dengan mengurus ke KBRI. Tapi karena sakit, dia harus minta surat keterangan kesehatan dari rumah sakit terlebih dahulu,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.