KabarBaik.co, Banyuwangi – Setelah mengamankan 15 anak punk dalam kasus pengeroyokan, Satreskrim Polresta Banyuwangi masih memburu tiga tersangka lainnya.
Tiga pelaku juga anak punk. Ketiganya juga diduga ikut terlibat dalam pengeroyokan yang menewaskan Yoseph Bahtiar Irawan, 46 tahun, warga Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Rabu (4/2) malam.
Wakasatreskrim Polresta Banyuwangi, AKP Didik Hariono mengatakan total ada 15 anak punk yang diamankan. Mereka diamankan di daerah Situbondo beberapa saat setelah menganiaya korban pada Rabu (4/2) malam.
Hasil pemeriksaan secara marathon menujukkan tak seluruhnya menganiaya korban. Hanya ada dua yang ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya adalah CJ, 17 tahun dan LW, 19 tahun.
“Dari pemeriksaaan, ada tiga tersangka lain yang melakukan pengeroyokan. Saat ini masih diburu,” kata Didik.
Didik menyebut para tersangka berasal dari Surabaya. Saat kejadian, mereka dalam perjalanan menuju Bali dengan cara nggandol atau menumpang truk yang lewat. Usai mengeroyok korban para anak punk sempat berusaha melarikan diri ke arah barat setelah mengeroyok korban.
Hasil pemeriksaan polisi menunjukkan, para tersangka mengeroyok korban dengan dua cara. Yakni memukuli dengan tangan kosong dan mengepruk kepala korban dengan ukulele.
“Terkait barang bukti ini, semua sudah kami sita. Termasuk juga pakaian korban yang dikenakan saat kejadian,” tambahnya.
Belasan anak punk mengeroyok seorang warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi hingga tewas, Rabu (4/2) malam. Korban tewas setelah mendapat perawatan di rumah sakit.
Pengeroyokan terjadi di pinggir Jalan Raya Situbondo-Banyuwangi sekitar pukul 21.00 WIB. Beberapa pengeroyok kabarnya telah diamankan oleh aparat Polresta Banyuwangi. Akibat pengeroyokan korban mengalami luka serius dibagian kepala dan wajah. Korban meninggal di rumah sakit.






