KabarBaik.co, Jombang – Puluhan santri Pondok Pesantren Darut Taubah, Desa Betek, Mojoagung, Jombang, dilarikan ke rumah sakit setelah diduga keracunan pada Kamis (5/3) malam.
Para santri sebelumnya menyantap hidangan berbuka puasa berupa nasi, rawon, dan telur asin. Tidak lama setelah makan, sejumlah santri mengeluhkan mual, muntah, dan lemas.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab pasti insiden tersebut. Sejumlah sampel makanan dan muntahan santri telah diambil untuk diperiksa lebih lanjut.
“Rapid test awal belum menunjukkan adanya indikasi keracunan. Namun untuk memastikan, kami akan melakukan pendalaman melalui pemeriksaan laboratorium,” kata Ardi, Jumat (6/3).
Ardi menjelaskan sampel yang diperiksa meliputi kuah rawon yang dimasak pihak pondok, telur asin yang disebut dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta sampel muntahan para santri.
Sampel tersebut akan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya guna memastikan kandungan zat berbahaya seperti formalin, sianida, arsen, maupun zat kimia lainnya.
“Hasil sementara belum ditemukan indikasi kandungan formalin, sianida, nitrit, maupun arsen. Namun kami tetap melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebabnya,” ujar Ardi.
Ardi menambahkan dari total sekitar 80 santri yang ikut makan, sebanyak 31 santri mengalami keluhan. Saat ini sebagian besar kondisi mereka sudah membaik.
“Yang masih di IGD tinggal tujuh orang, terdiri dari satu laki-laki dan enam perempuan. Yang lainnya sudah membaik dan menjalani perawatan inap,” kata dia.
Polisi juga telah meminta keterangan dari tujuh santri untuk mengetahui makanan apa saja yang mereka konsumsi saat berbuka puasa.
“Variasinya ada yang makan telur saja, ada yang rawon saja, ada juga yang makan keduanya. Ini yang masih kami dalami,” pungkasnya. (*)







