Polres Batu Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Menjelang Libur Nataru

oleh -37 Dilihat
WhatsApp Image 2025 12 20 at 10.06.02
Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata saat apel Operasi Lilin 2025. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Kota Batu yang dikenal memiliki beragam destinasi wisata unggulan, selalu menjadi tujuan favorit masyarakat saat libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas yang kerap menjadi persoalan rutin setiap musim liburan.

Menghadapi libur Nataru tahun ini, Polres Batu dan Polda Jawa Timur melakukan berbagai persiapan matang guna mengantisipasi kemacetan sekaligus menjamin keamanan wisatawan. Persiapan diawali dengan pemetaan titik-titik rawan macet (trouble spot), potensi kepadatan di restoran, hotel, hingga kawasan wisata.

Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan, pengamanan Nataru tahun ini memiliki perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya. Fokus pengamanan tidak hanya pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam.

“Fokus kami bukan hanya pada kemacetan, tetapi juga keamanan jalur akses menuju destinasi wisata yang masuk dalam peta rawan bencana,” ujar Andi, Minggu (21/12).

Sebagai langkah konkret, Polres Batu menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Salah satu titik krusial berada di wilayah Pujon dan jalur penghubung menuju Pacet, Mojokerto. Di lokasi tersebut disiagakan pos khusus yang dilengkapi alat berat untuk mempercepat penanganan apabila terjadi tanah longsor atau banjir yang berpotensi memutus akses jalan.

Selain itu, pengamanan juga diperkuat dengan pemanfaatan data cuaca dari BMKG. Berdasarkan prediksi, curah hujan di wilayah Kota Batu diperkirakan meningkat pada siang hingga sore hari. Informasi cuaca akan diperbarui secara berkala setiap 10 menit sebagai dasar pengambilan keputusan di lapangan.

Untuk penanganan kepadatan lalu lintas, petugas di lapangan akan melakukan pemantauan dan segera berkoordinasi dengan personel di pos pengamanan. Penanganan tersebut dilakukan melalui rekayasa lalu lintas sederhana.

“Rekayasa sederhana seperti pemasangan water barrier untuk mencegah crossing, converging, maupun diverging di persimpangan, serta menerjunkan petugas langsung ke lokasi kepadatan agar tundaan segera terurai,” jelasnya.

Pola ini telah diterapkan di sejumlah titik rawan macet saat libur Nataru, seperti Simpang Tiga TMP, jalur dari Jalan Abdul Gani menuju Jalan Suropati, serta Exit Singosari atau Jalan Trunojoyo. Polres Batu juga bersinergi dengan Polresta Malang Kota dan Polres Malang untuk menghadapi peningkatan volume kendaraan selama libur Nataru.

“Masing-masing daerah memiliki peran penting dalam membantu mengurai kemacetan,” ungkapnya. Lebih lanjut, Andi menyebutkan terdapat dua skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan saat volume kendaraan meningkat signifikan, yakni sistem pasang surut dan sistem satu arah (one way).

Sistem pasang surut dilakukan dengan pola dua naik dan satu turun, di mana empat jalur yang sebelumnya dua jalur naik dan dua jalur turun diubah menjadi tiga jalur naik dan satu jalur turun. Skema ini diberlakukan mulai Simpang Tiga Pendem hingga Simpang Tiga Jalan Dewi Sartika.

Sementara itu, apabila sistem one way diterapkan, kendaraan dari arah Malang maupun Surabaya yang menuju Kota Batu melalui Pertigaan Pendem akan diarahkan melalui Jalan Ir Soekarno. Kendaraan dari Kota Batu menuju Surabaya akan dialihkan melalui Jalan Wukir di samping Batu Town Square (Batos), sedangkan tujuan Kota Malang melalui Jalan Oro-Oro Ombo.

“Dua skema ini akan diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan indikator kepadatan arus lalu lintas di lapangan,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.