KabarBaik.co, Surabaya – Seorang pria Slamet Daroini, 48, warga Blitar tewas setelah tertabrak Kereta Api (KA) Penataran relasi Surabaya-Blitar. Kecelakaan maut ini terjadi di perlintasan sebidang di Jalan Ahmad Yani, Wonocolo, Surabaya, Kamis (28/5) sekitar pukul 04.40 WIB.
Kapolsek Wonocolo Kompol Haryoko Widhi menjelaskan bahwa kronologi bermula ketika petugas melihat korban berjalan di pinggir rel dengan kondisi yang terlihat linglung. Korban berjalan di sisi barat rel, tidak lama kemudian KA Penataran melaju dari arah utara ke selatan.
“Saat itu korban berjalan sangat dekat dengan rel. Masinis sudah membunyikan klakson berkali-kali, namun korban tidak menghiraukan atau tidak mendengar,” ujar Haryoko di lokasi kejadian, Kamis (28/5).
Akibatnya, tabrakan tak terelakkan. Korban terserempet dan terjatuh di jalur rel. Korban mengalami luka parah di bagian kepala, tangan kanan patah, serta kaki kiri patah. Korban dinyatakan meninggal di tempat kejadian perkara.
“Anggota segera datang mengamankan lokasi dan melakukan olah TKP. Mayat kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim menggunakan ambulans Dinas Sosial Kota Surabaya,” tambahnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Ipda Abdul Rohim menambahkan bahwa dari lokasi kejadian ditemukan tas milik korban yang berisi gunting dan uang receh yang berceceran di sekitar rel.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut. Ditanya mengenai dugaan bunuh diri, Rohim menyebutkan hal tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
“Kita belum bisa memastikan apakah ini insiden kecelakaan biasa atau ada indikasi lain. Masih kita selidiki lebih lanjut,” tegasnya. (*)







