KabarBaik.co, Jember – Inovasi administrasi kependudukan (adminduk) melalui program ‘Peta Cinta’ yang digagas Pemerintah Kabupaten Jember berhasil menarik perhatian nasional. Inisiatif tersebut mengandaskan berbagai hambatan birokrasi dan membuahkan penghargaan dari Kemendagri, DPR RI, hingga Ombudsman.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyambut positif pengakuan dan dukungan konkret dari instansi pusat terhadap pembenahan kualitas pelayanan publik di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa ‘Peta Cinta’ yang dikelola Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dirancang untuk mempermudah masyarakat di seluruh penjuru Jember baik di perkotaan maupun pelosok desa dalam mengurus dokumen kependudukan.
“Dukungan dan apresiasi nyata ini tentu menjadi kebahagiaan bagi kami dalam mengoptimalkan pelayanan publik di Kabupaten Jember,” tutur sosok yang akrab dipanggil Gus Fawait tersebut, Kamis (6/8).
Menyelaraskan langkah dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Gus Fawait memastikan proses pengurusan adminduk dibuat makin praktis hingga tingkat kecamatan. Seluruh pengurusan dipastikan berjalan cepat, transparan, serta bebas dari pungutan biaya atau pungli.
“Pelayanan di Disdukcapil dijamin gratis, cepat, dan tanpa penyulit. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo serta komitmen bersama kita semua,” tegasnya. Capaian ini menjadi pemicu motivasi untuk meningkatkan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain di lingkungan Pemkab Jember.
Ia menekankan bahwa kepemilikan dokumen adminduk yang valid merupakan kebutuhan dasar warga yang sangat krusial. Kelengkapan data ini menjadi fondasi penting agar penyaluran berbagai program pemenuhan hak dasar, seperti bantuan sosial (bansos), dapat terintegrasi dengan akurat dan tepat sasaran.
“Dokumen adminduk adalah kebutuhan paling mendasar karena terhubung ke banyak sektor, salah satunya penyaluran bansos. Ke depan, Jember bertekad menjadi daerah percontohan,” tambah Gus Fawait. Dengan pengawalan dan pendampingan intensif dari Dirjen Dukcapil, Komisi II DPR RI, dan Ombudsman, Pemkab Jember optimistis dapat merealisasikan target sebagai daerah percontohan tata kelola adminduk skala nasional. (*)







