Psikolog Ajak Siswa Nganjuk Kelola Stres dan Emosi, Pikiran Wajib Dijaga Seperti Tubuh

oleh -62 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 19 at 2.23.55 PM
Psikolog Klinis, Saraswati Eva Yuswikarini saat menjadi pemateri di SMA 1 Rejoso (ist)

KabarBaik.co, Nganjuk– Menghadapi masa ujian sekolah hingga pendaftaran perguruan tinggi, kesehatan mental menjadi hal yang sangat krusial. Psikolog Klinis, Saraswati Eva Yuswikarini, mengajak para pelajar di Nganjuk untuk lebih peduli dan memahami pentingnya menjaga keseimbangan jiwa.

“Setiap hari kita makan, minum, lalu tubuh mengeluarkan sisa yang tidak dibutuhkan. Pikiran juga begitu. Kalau stres, unek-unek, dan emosi tidak dikeluarkan, maka akan menumpuk dan membuat pikiran menjadi semrawut,” ungkap Saraswati, Minggu (19/4).

Ia menekankan bahwa kesehatan mental memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Melalui analogi sederhana yang mudah dipahami, ia mengajak siswa untuk tidak memendam perasaan, melainkan menyalurkannya dengan cara yang sehat agar jiwa tetap stabil.

“Pelajar itu setiap hari ‘mengkonsumsi’ stres. Dari teman, guru, bahkan situasi di sekitar. Kalau tidak dikelola, itu akan menumpuk di dalam diri,” tambahnya.

Saraswati juga membedah karakteristik psikologis remaja yang sedang berada di masa transisi. Di fase ini, kebutuhan akan pengakuan sosial sangat tinggi, sehingga fenomena seperti FOMO (fear of missing out), gaya hidup, hingga kecanduan digital menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi dengan bijak.

“Di usia remaja, kebutuhan untuk diterima sangat tinggi. Kalian ingin dianggap setara dengan teman, ingin diakui. Tapi kalau tidak disikapi dengan bijak, ini bisa memicu stres dan perilaku yang tidak sehat,” terangnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahaya pelabelan gangguan mental secara sembarangan hanya berdasarkan informasi di media sosial. Menurutnya, kondisi psikologis adalah hal yang kompleks dan harus ditangani oleh tenaga profesional yang kompeten.

“Jangan mudah mendiagnosis diri sendiri hanya dari internet. Kondisi psikologis itu harus ditangani oleh profesional, bukan sekadar asumsi,” tegasnya.

Menutup penyampaiannya, Saraswati mengajak seluruh siswa untuk mulai membangun kebiasaan positif, berani bercerita, dan mengekspresikan perasaan dengan cara yang sehat.

Dengan ketahanan mental yang kuat, diharapkan remaja mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan tanpa harus melampiaskannya melalui tindakan kekerasan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.