KabarBaik.co, Pasuruan – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pasuruan Raya menggelar aksi di depan Mapolres Pasuruan, Kamis (20/8).
Aksi turun jalan ini menuntut pertanggungjawaban kepolisian atas kasus kematian Widi Nurcahyono, warga Kecamatan Beji, yang diduga meninggal setelah mengalami kekerasan saat proses penangkapan dalam kasus dugaan judi online.
Dalam aksinya, massa mahasiswa menggelar aksi didepan gerbang Mapolres Pasuruan sembari menyampaikan sejumlah tuntutan kepada institusi kepolisian.
Mereka meminta agar dugaan kekerasan yang menyebabkan meninggalnya Widi diusut secara menyeluruh dan transparan.
Ketua BEM Universitas Yudharta Pasuruan, Zainur Rozikin yang menjadi salah satu orator aksi, meminta aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum dalam peristiwa tersebut.
“Kami minta keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu, seluruh proses harus transparan, serta para pelaku dihukum dnegan hukuman setimpal,” kata Zainur dalam orasinya.
Tuntutannya pertama mendesak Propam Polda Jawa Timur membuka perkembangan penanganan perkara secara berkala dan transparan, kedua mendesak Polri menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), ketiga BEM Pasuruan Raya meminta penanganan perkara tidak berhenti pada proses pemeriksaan internal Propam maupun sidang kode etik Polri.
Menanggapi tuntutan aksi demo, Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menyampaikan semua perkara ditangani Polda Jatim, dan hingga kini Polres Pasuruan juga menunggu hasil penyidikan yang dilakukan tim Polda Jatim.
“Semua ditangani Polda Jatim, Polres Pasuruan tidak memiliki kewenangan dan hanya bisa menunggu yang disampaikan oleh tim penyidik,” pungkasnya.







