Puncak Jaya (Cartenz Pyramid): Misteri Salju Tropis di Jantung Papua

oleh -639 Dilihat
gunung catents
Foto Pinterest

KabarBaik.co- Indonesia, negara yang terletak di garis khatulistiwa, terkenal dengan iklim tropisnya yang hangat. Namun, tahukah kamu bahwa di tengah kehangatan tropis ini, ada sebuah tempat yang memiliki salju abadi?

Tempat ini adalah Gunung Cartenz, atau yang lebih dikenal dengan nama Puncak Jaya. Gung Cartenz terletak di Papua, Indonesia. Gunung ini bukan hanya menantang bagi para pendaki, tetapi juga menyimpan cerita menarik dan keunikan alam yang luar biasa.

Gunung Cartenz ada dimana? Gunung Cartenz terletak di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Indonesia.
Tepatnya, gunung ini berada di dalam kawasan Pegunungan Jayawijaya, sebuah rangkaian pegunungan yang membentang di bagian tengah Papua.

Meskipun gunung ini berada di wilayah tropis yang terkenal dengan cuaca panas dan lembap, puncak gunungnya diselimuti salju abadi, menjadikannya salah satu keajaiban alam yang menakjubkan. Ketinggian Gunung Cartenz berapa Mdpl? Gunung cartenz memiliki ketinggian sekitar 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Hal ini menjadikannya sebagai puncak tertinggi di Indonesia, Australia, dan juga Oseania. Puncak cartenz juga merupakan bagian dari Seven Summits, yaitu tujuh puncak tertinggi di tujuh benua yang menjadi impian para pendaki gunung di seluruh dunia.

Meskipun bukan gunung berapi, Gunung Cartenz adalah bagian dari pegunungan kars, yang dikenal dengan medan terjal dan curamnya. Keindahan alam sekitar, termasuk adanya salju dan gletser es, makin menambah daya tarik gunung ini. Puncak tertinggi ini sering disebut sebagai Carstensz Pyramid karena bentuknya yang mirip piramida.

Carstensz Pyramid sendiri terdiri dari tiga puncak terkenal: Puncak Jaya (4.884 m), Puncak Mandala (4.640 m), dan Puncak Trikora (4.730 m). Ketiga puncak ini terletak di sebelah barat dataran tinggi tengah Jayawijaya.

Keajaiban salju tropis di Gunung Cartenz Papua

Meskipun berada di garis khatulistiwa, Gunung Cartenz merupakan salah satu dari lima tempat di dunia yang masih memiliki salju abadi. Keunikan ini menjadikannya sebagai tujuan pendakian yang sangat dicari.

Di puncaknya, kamu akan menemukan salju yang menutupi area yang cukup luas. Pada tahun 1992 salju di Puncak Jaya bahkan mencakup area seluas 3.300 hektar. Salju ini bertahan meskipun gunung ini berada hanya sekitar 4 derajat selatan ekuator.

Salju yang ada di Gunung Cartenz bukanlah hal yang aneh. Terlepas dari suhu tropis yang melingkupi kawasan sekitarnya, gunung ini berada pada ketinggian yang sangat ekstrem, di mana suhu cukup dingin untuk memungkinkan salju tetap ada. Bahkan, Pegunungan Salju Tropis yang menjadi bagian dari Gunung Cartenz memiliki empat gletser besar, yang terletak di ketinggian antara 3.000 hingga 4.500 meter dpl.

Gletser terbesar di kawasan ini adalah Gletser Meren, yang terletak di tepi puncak Nga Pulu (4862 m). Puncak Jaya adalah nama Indonesia, sementara Carstensz Pyramid merupakan nama yang diberikan oleh orang Eropa.

Nama Cartenz diberikan berdasarkan penemuan pertama oleh Jan Carstensz, orang Eropa yang pertama kali melihat gunung tersebut pada tahun 1623. Saat itu, banyak orang Eropa yang meragukan klaim Carstensz karena ia menyebutkan bahwa

Puncak Jaya tertutup oleh gletser dan salju. Carstensz sendiri merupakan orang Eropa pertama yang menyaksikan Piramida Cartenz secara langsung.

Pendakian Gunung Cartenz

Sebagai salah satu puncak tertinggi di dunia, Gunung Cartenz tidak hanya menarik bagi pendaki lokal tetapi juga internasional. Puncak Jaya adalah impian para pendaki dari seluruh dunia yang ingin menaklukkan Seven Summits.

Bagi para pendaki yang memutuskan untuk mencapai puncaknya, mereka harus mempersiapkan diri dengan matang untuk menghadapi jalur yang penuh tantangan dan cuaca yang sulit diprediksi. The Seven Summits, cartenz merupakan yang tercuram dan salah satu pendakian yang paling menantang secara teknis dengan paparan cahaya yang luas dan panjat tebing Alpen.

Pendakian ke Gunung Cartenz biasanya dimulai dengan menggunakan helikopter untuk mencapai basecamp, karena jalur menuju gunung ini sangat sulit dijangkau melalui perjalanan darat. Tanpa helikopter, pendakian bisa memakan waktu lebih dari 8 hari perjalanan melalui hutan tropis yang lembap dan penuh tantangan.

Pendaki akan melewati hutan yang berlumpur, penuh dengan lintah, dan medan yang curam, sebelum akhirnya mencapai basecamp yang menjadi titik awal pendakian.Namun, meskipun perjalanan menuju Gunung Cartenz penuh dengan tantangan fisik dan mental.

Bagi para pendaki yang berhasil mencapai puncaknya, pemandangan yang menakjubkan dari puncak Carstensz Pyramid akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Pemandangan salju tropis dan gletser yang memukau memberikan sensasi tersendiri, dan menjadi bukti nyata bahwa Indonesia memiliki keajaiban alam yang luar biasa.

Gunung Cartenz, keajaiban salju abadi di tengah tropis, adalah permata Indonesia yang menantang dan memukau. Mari kita jaga kelestariannya. Bagi pendaki, puncak ini adalah impian dan bukti ketangguhan. Keindahannya adalah hadiah tak ternilai dari alam Papua.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: M Fairuz Affandi
Editor: Lilis Dewi


No More Posts Available.

No more pages to load.