Puncak Kemarau Belum Ganggu Pertanian, Kabupaten Malang Siagakan 85 Pompa Air untuk Antisipasi Kekeringan

oleh -134 Dilihat
IMG 20260805 WA0038
Kepala DTPHP Kabupaten Malang, Avicenna Medisica. (Foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Memasuki puncak musim kemarau, sektor pertanian di Kabupaten Malang masih menunjukkan kondisi yang stabil. Meski belum ditemukan dampak signifikan akibat kekeringan, pemerintah daerah tetap menyiapkan langkah antisipasi dengan menyiagakan puluhan pompa air untuk menjaga pasokan irigasi lahan pertanian.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Sani Putera mengatakan, sebanyak 85 unit pompa air telah disiapkan di Koramil yang tersebar di seluruh kecamatan. Peralatan tersebut dapat segera dimobilisasi apabila terjadi penurunan debit air yang berpotensi mengganggu lahan pertanian.

“Sebagai antisipasi, kami menyediakan cadangan pompa yang difasilitasi Kodim. Alatnya ada di masing-masing kecamatan,” ujar Avicenna, Rabu (5/8).

Pompa air tersebut diprioritaskan untuk membantu areal tanaman pangan, terutama padi, yang membutuhkan pasokan air memadai selama masa pertumbuhan. DTPHP juga meminta petani dan kelompok tani segera berkoordinasi dengan Babinsa maupun penyuluh pertanian lapangan apabila mulai mengalami kesulitan air agar bantuan dapat segera disalurkan.

Di tengah musim kemarau, aktivitas pertanian di Kabupaten Malang hingga kini masih berjalan normal. Menurut Avicenna, kondisi tersebut didukung oleh jaringan irigasi yang masih berfungsi dengan baik sehingga proses tanam maupun panen tidak mengalami gangguan berarti.

“Aktivitas pertanian di Kabupaten Malang hingga saat ini masih berlangsung normal. Produksi tanaman pangan, khususnya padi, juga masih berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.

Petani yang memasuki masa panen tetap memperoleh hasil sesuai target, sementara proses tanam masih berlangsung di sejumlah wilayah sentra produksi pangan. Situasi ini membuat pasokan komoditas pangan di Kabupaten Malang tetap terjaga meski musim kemarau mulai memasuki puncaknya.

Berdasarkan data DTPHP, Kabupaten Malang masih menjadi salah satu daerah penyangga pangan utama di Jawa Timur. Produksi padi mencapai 512.183 ton Gabah Kering Giling (GKG) per tahun dengan luas panen sekitar 67.766 hektare dan produktivitas rata-rata 7,5 ton GKG per hektare.

Kontribusi terbesar berasal dari sejumlah kecamatan yang dikenal sebagai lumbung padi, di antaranya Kepanjen, Gondanglegi, Turen, dan Singosari. Dengan capaian tersebut, Kabupaten Malang mampu mencatat surplus beras sekitar 80.000 hingga 90.000 ton setiap tahun, sehingga tetap menjadi salah satu daerah penopang ketahanan pangan di Jawa Timur. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.