Puskesmas Wagir Jemput Bola Deteksi TBC, Warga Mendalanwangi Malang Jalani X-Ray Thorax

oleh -70 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 21 at 9.57.27 AM
Warga melakukan pemeriksaan di Puskesmas Wagir (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Upaya deteksi dini penyakit tuberkulosis (TBC) terus dilakukan UPT Puskesmas Wagir, Kabupaten Malang. Kali ini, tracing TBC diintegrasikan dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang digelar di Desa Mendalanwangi, Wagir, Kabupaten Malang.

Kepala UPT Puskesmas Wagir dr. Siti Hariyanti mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya penemuan kasus TBC secara aktif di tengah masyarakat.

“Sejumlah kelompok menjadi sasaran dalam kegiatan tersebut. Di antaranya masyarakat yang mengalami gejala TBC, seperti batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan hingga keringat pada malam hari,” terang Siti, Jumat (21/8).

Selain itu, penderita diabetes melitus (DM) juga menjadi sasaran karena memiliki risiko lebih tinggi terkena TBC. Tracing turut menyasar kontak serumah maupun kontak erat dengan pasien yang sebelumnya telah dinyatakan positif TBC.

Dalam kegiatan tersebut, warga menjalani pemeriksaan X-Ray Thorax untuk mendeteksi adanya kelainan pada paru-paru yang mengarah pada TBC.

“Alurnya mulai registrasi PKG, skrining gejala dan faktor risiko, pemeriksaan X-Ray, konsultasi hasil, kemudian dirujuk untuk TCM apabila dicurigai TBC,” jelas Siti.

Menurutnya, penggunaan X-Ray dalam tracing TBC menjadi salah satu metode untuk mempercepat penemuan kasus di masyarakat. Di Kabupaten Malang, metode tersebut diterapkan secara bertahap melalui layanan mobile yang menyasar desa-desa dengan risiko TBC.

Siti menjelaskan pemeriksaan X-Ray dan pemeriksaan dahak melalui Tes Cepat Molekuler (TCM) memiliki fungsi yang berbeda namun saling melengkapi.

X-Ray digunakan sebagai skrining awal untuk melihat adanya kelainan pada paru. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kecurigaan terhadap TBC, petugas kemudian mengambil sampel dahak untuk diperiksa menggunakan TCM sebagai bagian dari proses konfirmasi diagnosis.

“Kalau X-Ray dicurigai TBC, langsung diambil sampel dahak di tempat untuk pemeriksaan TCM. Petugas juga memberikan edukasi dan konseling,” ungkapnya.

Pelaksanaan tracing dilakukan dengan konsep jemput bola. Tim dari Puskesmas, Dinas Kesehatan dan mitra membawa layanan X-Ray mobile langsung ke desa, sehingga masyarakat yang masuk dalam kelompok sasaran tidak perlu menunggu datang ke fasilitas kesehatan.

Sasaran pemeriksaan mencakup semua kelompok usia. Namun, perhatian khusus diberikan kepada masyarakat usia produktif 15-54 tahun, lansia di atas 60 tahun, penderita DM serta kontak erat pasien TBC.

Langkah berikutnya adalah memastikan pasien yang ditemukan positif TBC menjalani pengobatan hingga tuntas. Puskesmas menerapkan sistem pengawasan pengobatan dengan melibatkan Pengawas Menelan Obat (PMO), pengingat melalui WhatsApp, kunjungan rumah hingga penyediaan obat antituberkulosis (OAT) secara gratis. “Pasien dipantau sampai sembuh,” katanya.

Sementara untuk mencegah penularan, masyarakat diimbau menjaga sirkulasi udara di rumah dengan membuka jendela, menjemur kasur, menerapkan etika batuk serta menggunakan masker ketika mengalami batuk.

Pemenuhan kebutuhan gizi dan pengendalian penyakit penyerta seperti diabetes juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan TBC.

Siti mengakui, upaya penanggulangan TBC masih menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya stigma terhadap penderita, ketakutan mengetahui hasil pemeriksaan, kekhawatiran mengenai biaya serta anggapan bahwa penyakit dapat sembuh sendiri.

Karena itu, petugas bersama kader dan tokoh masyarakat melakukan pendekatan secara langsung, termasuk edukasi dari rumah ke rumah.

Masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa pemeriksaan X-Ray dalam kegiatan tersebut serta pengobatan TBC diberikan secara gratis. Kerahasiaan hasil pemeriksaan dan kondisi pasien juga dijamin.

Dengan pola jemput bola tersebut, Puskesmas Wagir berharap kasus TBC dapat ditemukan lebih cepat sehingga penanganan bisa segera dilakukan sekaligus memutus mata rantai penularan di masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.