Pemkot Surabaya Gencar Tanggulangi TBC, Pemeriksaan Suspek Tembus 71,54 Persen hingga Mei 2026

oleh -180 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 11 at 4.27.52 PM
Pemkot Surabaya melalui Dinas Kesehatan dan pelibatan mahasiswa FK Unair terus berupaya tanggulangi TBC (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya – Pemkot Surabaya terus gencar melakukan upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui program tracing dan screening yang dilaksanakan secara rutin. Hingga Mei 2026, capaian penemuan kasus menunjukkan perkembangan signifikan dan menjadi bagian penting dalam mendukung target nasional eliminasi TBC pada tahun 2030.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dr. Billy Daniel Messakh menjelaskan bahwa saat ini terdapat lima area yang menjadi fokus utama pelaksanaan kegiatan deteksi dini setiap pekannya.

“Kita punya kegiatan untuk tracing dan screening. Di Surabaya ini ada lima area yang setiap minggu itu kita lakukan kegiatan untuk tracing dan screening,” ujar dr Billy, Kamis (11/6).

dr Billy mengatakan tracing dilakukan terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, sedangkan screening menyasar masyarakat umum baik yang tidak bergejala maupun tidak memiliki riwayat kontak dengan penderita.

Berdasarkan data Dinkes Surabaya periode Januari–Mei 2026, dari target penemuan 61.624 suspek TBC, sebanyak 44.088 orang telah diperiksa atau mencapai 71,54 persen. Sementara itu, capaian skrining telah menjangkau 644.201 penduduk atau 45,78 persen dari target 50 persen jumlah penduduk yang harus diskrining.

Dari estimasi 11.412 kasus TBC pada tahun ini, sebanyak 4.191 kasus berhasil ditemukan. Rinciannya terdiri atas 4.078 kasus TBC Sensitif Obat (SO) dan 113 kasus TBC Resistan Obat (RO). Saat ini, total 4.166 pasien tengah menjalani pengobatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Surabaya.

Secara rinci, untuk kasus TBC SO sebanyak 3.443 pasien (84,43 persen) telah memulai pengobatan. Sedangkan dari 113 kasus TBC RO, sebanyak 90 pasien (79,65 persen) telah menjalani terapi. Tingkat keberhasilan pengobatan atau Treatment Success Rate (TSR) TBC SO tercatat mencapai 89,36 persen, dengan angka kematian selama pengobatan berada di angka 1,80 persen.

Selain deteksi, Dinkes juga mencatat sebanyak 2.461 investigasi kontak telah dilakukan dan 2.729 orang mendapatkan terapi pencegahan kontak serumah untuk memutus rantai penularan.

Kolaborasi dan Teknologi Baru

Dalam upaya mempercepat penemuan kasus, Pemkot Surabaya menggandeng berbagai pihak, termasuk Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair). Salah satu lokus kegiatan yang mendapat perhatian adalah Puskesmas Sawah Pulo, Kecamatan Semampir.

“Di sana kita libatkan FK Unair dari dokter spesialis paru dan residen paru. Ada turun sekitar enam orang dan kepala Irna-nya (Instalasi Rawat Inap),” tutur dr Billy.

Tidak hanya dukungan tenaga ahli, Dinkes juga mulai memanfaatkan teknologi pemeriksaan terbaru yang lebih praktis. Jika sebelumnya pemeriksaan mengandalkan sampel dahak yang seringkali sulit didapat, kini tersedia alat yang cukup menggunakan sampel saliva atau air liur untuk mendeteksi bakteri TBC.

Pengembangan metode pemeriksaan inovatif ini bahkan mendapat dukungan dari tim ahli internasional dari Tiongkok dan Korea Selatan.

Pendampingan Ketat Pasien

Begitu pasien terdiagnosis positif, langkah pengobatan segera dilakukan. Obat dan paket terapi telah tersedia di seluruh puskesmas. Untuk memastikan keberhasilan, Dinkes melibatkan Kader Surabaya Hebat (KSH) dan petugas kesehatan dalam memantau kepatuhan minum obat.

“Terapinya cukup banyak dan lama, itu yang membuat kadang-kadang pasien lelah. Nah, kita motivasi terus sehingga mereka tetap semangat dan obat yang diberikan benar-benar diminum sampai tuntas,” jelasnya.

Upaya ini dilakukan sejalan dengan Perpres Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, yang menargetkan angka kejadian TBC turun menjadi 65 kasus per 100.000 penduduk dan angka kematian menjadi 6 kasus per 100.000 penduduk pada 2030.

“Kita harapkan paling tidak target dari Kementerian Kesehatan itu kita bisa dapat, sehingga angka eliminasi TB (tahun 2030) yang diharapkan itu tercapai,” pungkas dr Billy. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.