KabarBaik.co, Mojokerto — Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap tuberkulosis (TBC) dengan aktif melakukan deteksi dini dan mendukung pengobatan pasien hingga tuntas.
Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan Radiasi Pemula (Rapat Koordinasi Atasi TBC dan Penyakit Menular Lainnya) di Kelurahan Pulorejo.
Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita mengatakan, TBC masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian bersama karena dapat menular melalui udara apabila tidak segera ditangani.
Menurut dia, masih banyak masyarakat yang enggan memeriksakan diri karena takut atau malu saat mengalami gejala TBC. Padahal, pemeriksaan sejak dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mencegah penularan ke orang lain.
“TB bukan aib dan tidak perlu disembunyikan. Kalau ada yang sakit, justru harus segera diperiksa dan diobati sampai tuntas agar tidak menular ke keluarga maupun orang di sekitar,” kata Ning Ita, Rabu (17/6).
Untuk mempercepat penemuan kasus, Pemerintah Kota Mojokerto kini memiliki alat portable X-ray yang dapat dibawa ke berbagai lokasi. Alat tersebut akan digunakan untuk mendukung pemeriksaan warga di puskesmas maupun tingkat kelurahan.
Selain itu, Ning Ita meminta keterlibatan berbagai elemen masyarakat, mulai dari ketua RT, kader kesehatan, PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga tokoh masyarakat untuk turut memberikan edukasi tentang pencegahan dan penanganan TBC.
Ia juga mendorong anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TBC untuk menjalani pemeriksaan guna mendeteksi kemungkinan penularan sejak dini.
“Penanganan TB tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian. Butuh dukungan semua pihak. Jika masyarakat sehat, anak-anak bisa belajar dengan baik, warga bisa bekerja dengan nyaman, dan kehidupan menjadi lebih sejahtera,” ujarnya.






