KabarBaik.co, Manggarai Barat – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menghadiri rapat koordinasi penanganan bencana gempa bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (16/8). Rakor itu dilaksanakan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.
Rakor itu dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan dihadiri Menteri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, dan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus.
Turut hadir Panglima Kodam IX/Udayana (Pangdam Udayana) Mayjen TNI Piek Budyakto, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua DPRD NTT Emelia Julia Nomleni, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Direktur Telkom Dian Siswarini, dan Direktur Pertamina Simon Aloysius Mantiri
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi dan Kepala daerah yang wilayahnya terdampak gempa Nagekeo juga turut hadir dalam rakor ini.
Wamensos mengatakan bahwa Kemensos akan terus bergerak dan tidak akan membiarkan warga terdampak menghadapi bencana sendirian. Ia menegaskan bahwa penanganan bantuan bukan sekadar angka, tetapi memastikan masyarakat tetap aman dan tidak kesulitan.
“Prinsipnya, kalau ada yang menjadi kebutuhan di lokasi bencana, Kemensos siap memberikan dukungan. Kami sudah mempersiapkan logistik yang ada di gudang-gudang yang kami miliki,” katanya.
Di dalam rapat tersebut, ia memaparkan update dari mobilisasi bantuan Kementerian Sosial. “Untuk di Sentra Efata, kita sudah memobilisasi bantuan berupa kasur, selimut, makanan, dan pakaian, termasuk di dalamnya pakaian anak-anak dan pakaian ibu-ibu.” jelas Agus Jabo.
“Dari Sentra Efata akan kita geser ke Kabupaten Nagekeo. Kemudian, dari gudang Dinas Sosial Provinsi NTT juga akan kita geser ke Nagekeo, kemudian ke Maumere, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur,” sambungnya.
Kemensos juga menyiapkan 1.000 paket sembako untuk masyarakat di Nagekeo dan Manggarai Timur, tambahan 48 ton beras untuk mendukung kebutuhan pangan, serta penguatan dapur umum di Nagekeo, Sikka, dan Manggarai. Dapur umum diperkirakan melayani lebih dari 457 ribu porsi selama tujuh hari. Secara keseluruhan, total dukungan Kemensos mencapai Rp 4,52 miliar.
“Kemensos mendukung kebutuhan-kebutuhan darurat ya, terutama permakanan, pakaian, dan tenda darurat. Kita sedang mobilisasi dari tiga gudang. Satu gudang di Bekasi, yang kedua adalah gudang di NTT di Sentra Efata, dan gudang di Dinsos Provinsi NTT,” ujar Wamensos dalam rapat tersebut.
“Mudah-mudahan secepatnya mobilisasi bisa sampai ke NTT dimana bencana terjadi. Yang kedua, untuk yang meninggal, nanti Kemensos akan memberikan tali asih ke setiap ahli waris. Masing-masing jiwa itu nanti akan kita kasih tali asih 15 juta,” lanjutnya.
Ia meminta kepada para bupati dan kepala dinas sosial di daerah masing-masing untuk segera mendata dan melaporkannya ke Kemensos supaya bisa segera ditindaklanjuti untuk memberikan santunan kepada ahli waris dari keluarga korban yang meninggal dunia.
Berdasarkan laporan sementara, hingga Minggu (16/8) pukul 07.50 WITA, jumlah warga terdampak yang berada dalam penanganan kondisi pengungsian tercatat sebanyak 3.839 jiwa. Sebanyak 47 orang dilaporkan meninggal dunia dan 110 orang mengalami luka-luka. Proses pendataan terhadap korban serta dampak lainnya masih terus berlangsung.
Pemerintah pusat mempercepat penanganan gempa di NTT melalui koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Pemerintah menyiapkan dua posko nasional di Labuan Bajo dan Maumere. Bantuan yang dikerahkan meliputi tenda, permakanan, genset, dan logistik, termasuk pemanfaatan stok bantuan sisa penanganan erupsi Lewotobi Laki-Laki.
Pemerintah juga menyiapkan perbaikan rumah warga berdasarkan tingkat kerusakan hingga relokasi. Di sisi infrastruktur, Kementerian PUPR mempercepat penanganan jalan nasional dan jembatan yang putus agar akses transportasi serta distribusi logistik kembali terbuka. Bantuan Presiden juga mulai didistribusikan dengan menggunakan pesawat Hercules. (*)








