Ratusan Siswa di Surabaya Keracunan Menu Daging MBG, Wagub Emil Dardak Ancam Sanksi Tegas SPPG

oleh -146 Dilihat
Korban keracunan MBG yang dirawat di RS IBI dupak Surabaya. (Istimewa)
Korban keracunan MBG yang dirawat di RS IBI dupak Surabaya. (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya – Ratusan siswa dari 12 sekolah di Surabaya diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (11/5).

Menanggapi insiden tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memastikan akan ada sanksi tegas bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) jika terbukti bersalah.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama dinas terkait masih melakukan pendalaman menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti insiden sebelum menjatuhkan sanksi.

“Bentar, Prof. Erwin lagi ngecek, Kadinkes lagi ngecek bagaimana pertama penanganan dan situasinya. Jadi mohon waktu, hari ini juga kami akan berikan informasi yang terbaru terkait hal ini,” ujar Emil usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Jatim, Senin (11/5).

Emil menjelaskan bahwa kewenangan utama pemberian sanksi berada di bawah Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pengelola operasional program MBG. Sanksi kolektif akan diterapkan melalui mekanisme BGN yang selama ini mengatur operasional SPPG.

“Kewenangan pemberian sanksi tentu dilakukan secara kolektif, tapi terutamanya melalui BGN dan BGN telah menerapkan sanksi untuk SPPG yang mengalami insiden-insiden,” kata Emil.

Pemprov Jatim menegaskan akan terus memantau efektivitas sanksi tersebut untuk memastikan adanya perbaikan performa dari pihak pengelola dapur MBG.

“Kemudian efektivitas dari penerapan sanksi BGN juga kami pantau terus melakukan evaluasi apakah kemudian setelah dikasih sanksi ada perbaikan atau tidak,” tambahnya.

Gejala keracunan mulai dirasakan Senin pagi oleh ratusan siswa dari jenjang TK, SD, hingga SMP. Para korban mengeluhkan mual, pusing, sakit perut, hingga muntah-muntah. Seluruh makanan yang dikonsumsi diketahui berasal dari satu dapur SPPG yang berlokasi di kawasan Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, drg. Tyas Pranadani, mengonfirmasi ada sekitar 200 siswa yang terdampak dari sekolah-sekolah penerima distribusi makanan tersebut.

“Ada beberapa sekolah yang dari satu SPPG itu memang semua yang dikirimi makanan ini mengeluh. Hampir semuanya mengeluh,” ungkap Tyas.

Menurut laporan dari para guru, menu MBG pada hari itu berbeda dari biasanya karena menyajikan lauk daging.

“Kalau dari pantauan kami dan dari laporan guru-guru, biasanya enggak dikasih daging, hari ini ada daging. Jadi mungkin, ini masih mungkin ya, mungkin dari dagingnya,” jelas Tyas.

Sejumlah siswa yang mengalami gejala parah langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis darurat. Guna mencegah bertambahnya korban, seluruh distribusi makanan dari SPPG terkait telah resmi ditarik dari peredaran.

Saat ini, sampel makanan yang diduga terkontaminasi telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLK) Surabaya untuk uji laboratorium. Di sisi lain, pihak SPPG menyatakan bertanggung jawab penuh dan berkomitmen menanggung seluruh biaya pengobatan para siswa yang terdampak.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.