Realisasi Pajak Daerah Kota Batu 2025 Capai 95,21 Persen, PBJT Mamin Lampaui Target

oleh -88 Dilihat
IMG 20260119 WA0016
Kepala Bapenda Kota Batu, M Nur Adhim. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Pendapatan pajak daerah Kota Batu sepanjang 2025 mencapai Rp 262 miliar dari target Rp 275 miliar. Capaian tersebut setara dengan realisasi 95,21 persen dan menunjukkan kinerja pendapatan daerah masih berada pada jalur aman.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu mencatat, pendapatan pajak daerah tahun 2025 bersumber dari 11 jenis pajak. Dari keseluruhan pos penerimaan tersebut, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) menjadi salah satu tulang punggung utama.
PBJT makanan dan minuman (mamin) menjadi sektor dengan realisasi tertinggi.

Dari target Rp 35,9 miliar, penerimaan PBJT mamin terealisasi Rp 38,8 miliar atau mencapai 108 persen. “Realisasi PBJT makanan dan minuman mencapai Rp38,8 miliar, atau 108 persen dari target,” ujar Kepala Bapenda Kota Batu, M Nur Adhim di Balaikota Among Tani, Kota Batu, Senin (19/1).

Menurut Adhim, capaian tersebut mencerminkan geliat sektor kuliner di Kota Batu yang terus tumbuh, didukung daya beli masyarakat serta aktivitas pariwisata yang masih stabil.

Kontribusi besar lainnya berasal dari PBJT kesenian dan hiburan yang terealisasi Rp 44,5 miliar atau 94,08 persen dari target Rp 47,4 miliar. Sementara sektor perhotelan menyumbang Rp 40,7 miliar atau 94,56 persen dari target Rp 43 miliar. “Hotel masih menjadi sektor penting, meski ada penurunan dibandingkan tahun sebelumnya,” tambahnya.

PBJT tenaga listrik hampir memenuhi target dengan realisasi Rp 19,4 miliar atau 99,58 persen dari target Rp 19,4 miliar. Namun PBJT parkir masih menjadi pekerjaan rumah, lantaran realisasinya hanya Rp 1,1 miliar atau 23,91 persen dari target Rp 4,7 miliar.

Di luar PBJT, pajak berbasis transaksi justru melampaui target. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) terealisasi Rp 62,5 miliar atau 117,94 persen dari target Rp 53 miliar.

Sementara Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) masih rendah. Dari target Rp 34,9 miliar, realisasinya baru Rp 20,4 miliar atau 58,46 persen. Adhim menegaskan, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah serta kepatuhan wajib pajak, meski masih terdapat kendala dalam pelaporan rutin bulanan.

“Ke depan kami terus mengintensifkan strategi, mulai dari kemudahan layanan pembayaran, jemput bola, hingga penagihan pajak yang dilakukan secara berkelanjutan,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.