KabarBaik.co, Sidoarjo– Keluhan pedagang plastik di Sidoarjo kian menguat seiring lonjakan harga yang dinilai sudah tak masuk akal. Kenaikan ini terasa langsung di pasar tradisional, termasuk Pasar Larangan, yang menjadi salah satu pusat aktivitas jual beli kebutuhan kemasan.
Dalam beberapa pekan terakhir, harga plastik dilaporkan melonjak drastis hingga menyentuh angka 100 persen dari harga normal. Kondisi ini membuat para pelaku usaha kecil menjerit karena biaya operasional meningkat tajam.
Menanggapi situasi tersebut, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo K. Arya Wijojok menjelaskan bahwa lonjakan harga dipicu faktor global yang sulit dikendalikan daerah.
“Kenaikan ini terjadi karena bahan baku utama plastik, yakni naphtha, mengalami lonjakan harga di pasar internasional. Akibat Konflik di Timur Tengah serta gangguan distribusi di Selat Hormuz turut memperparah kondisi,” ujarnya kepada KabarBaik.co, Rabu (29/4).
Ia menambahkan ketergantungan terhadap bahan baku impor membuat pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan penuh untuk mengendalikan harga di tingkat lokal.
“Kami memahami keluhan pedagang, namun intervensi harga sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Pusat karena menyangkut regulasi impor dan pasar global,” jelasnya.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, harga bahan baku plastik diperkirakan masih akan bertahan tinggi dalam dua bulan ke depan. Meski demikian, stok plastik di wilayah Sidoarjo dipastikan masih aman dan tidak ditemukan adanya praktik penimbunan.
Sebagai langkah antisipasi, Disperindag mengimbau pedagang untuk mulai mencari alternatif kemasan, seperti berbahan kertas atau kaca yang dinilai lebih stabil dari sisi harga. Upaya efisiensi juga dianjurkan, khususnya bagi pedagang minuman, dengan menggunakan gelas kaca yang dapat dipakai ulang.
Selain itu, Disperindag tengah berupaya memfasilitasi jalur distribusi yang lebih pendek antara distributor dan pelaku usaha guna menekan biaya rantai pasok. Pemerintah berharap kondisi ini segera mendapat perhatian pusat agar harga plastik kembali stabil dan tidak semakin membebani UMKM. (*)






