KabarBaik.co, Blitar – DPRD Kota Blitar langsung menanggapi rencana kajian parkir gratis di RSUD Mardi Waluyo. Dewan meminta manajemen rumah sakit tidak berlarut-larut dan segera mengambil keputusan yang berpihak kepada masyarakat.
Anggota Pansus LKPJ DPRD Kota Blitar, Nuhan Eko Wahyudi, menegaskan kebutuhan masyarakat saat ini adalah solusi cepat, bukan kajian berkepanjangan. “Tidak usah terlalu lama dalam melakukan kajian. Masyarakat butuh solusi secepatnya,” tegasnya, Rabu (29/4).
Menurut Nuhan, skema parkir gratis dengan durasi terbatas tidak menyentuh kebutuhan riil pasien dan keluarganya yang umumnya berada di rumah sakit dalam waktu lama.
Ia juga membandingkan dengan rumah sakit lain di wilayah sekitar yang dinilai sudah lebih dulu menerapkan kebijakan parkir gratis secara menyeluruh. “Kenapa tidak melihat rumah sakit sekitar? Seperti RS Ngudi Waluyo Wlingi dan RS Srengat sudah memberikan parkir gratis,” ujarnya.
Nuhan menilai persoalan parkir seharusnya bukan hal yang rumit untuk diselesaikan. Apalagi, nilai pendapatan dari sektor tersebut dinilai tidak terlalu besar dibanding manfaat bagi masyarakat. “Ini hanya urusan parkir, untuk PAD nilainya sekitar Rp 7 juta, tapi masih dikaji seperti ini,” imbuhnya.
Ia menegaskan, sebagai layanan publik, rumah sakit harus mengedepankan aspek kemanusiaan dan kemudahan akses bagi masyarakat. Dengan kebijakan parkir gratis secara menyeluruh, diharapkan beban pasien dan keluarga pasien dapat berkurang, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Mardi Waluyo. (*)






