KabarBaik.co – Aktivitas angkutan tambang mineral bukan logam di Kabupaten Gresik kian padat. Lalu lintas dump truk di berbagai ruas jalan nyaris tak pernah sepi. Ironisnya, setoran pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) justru tercatat sebagai yang terendah dibanding sektor lainnya.
“Ini justru yang terendah adalah MBLB, padahal wira-wirinya dump truk sebegitu ramenya. Kok pendapatannya segitu, kan kurang,” ujar Muhammad Kurdi, anggota Komisi II DPRD Gresik, Minggu (19/10).
Dari target Rp 4,255 miliar, realisasi pajak MBLB hingga 21 Agustus 2025 baru mencapai Rp1,863 miliar atau 33,70 persen. Kurdi menilai, target itu sendiri sebenarnya masih rendah dan berpotensi ditingkatkan. “Harusnya bisa lebih tinggi, dan realisasinya juga masih minim,” tegasnya.
Sebagai perbandingan, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) justru menjadi penyumbang terbesar. Dari target Rp 227,5 miliar, realisasinya sudah mencapai Rp 153,11 miliar.

Kurdi menekankan, rendahnya realisasi MBLB harus menjadi perhatian serius. Ia menilai, pendapatan yang diperoleh daerah tidak sebanding dengan gangguan yang ditimbulkan.
“Pendapatan yang diterima daerah tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan. Jalan tetap rusak dan tak kunjung mulus, sementara pelanggaran oleh pengemudi dump truk terus terjadi. Mulai dari melanggar jam operasional hingga membawa muatan berlebih. Akibatnya, potensi kecelakaan meningkat dan infrastruktur jalan cepat hancur,” tandasnya.(*)






