KabarBaik.co, Jakarta- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi mengeluarkan instruksi kepada seluruh warga Nahdliyin di berbagai tingkatan untuk mengamalkan doa Qunut Nazilah. Langkah spiritual ini diambil sebagai respons atas eskalasi konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.
Dalam surat instruksi bernomor 51/PB.01/A.II.08.47/99/03/2026, PBNU menekankan pentingnya memohon pertolongan kepada Allah SWT demi terciptanya perdamaian dan keselamatan umat manusia di tengah situasi global yang sedang tidak menentu.
Instruksi ini ditujukan kepada pengurus wilayah, cabang, pondok pesantren, hingga takmir masjid di bawah naungan Nahdlatul Ulama dengan pedoman pelaksanaan sebagai berikut:
PENGURUS BESAR NAHDLATUL ULAMA
Nomor : 51/PB.01/A.II.08.47/99/03/2026
Lampiran : 1 (satu)
Perihal : Instruksi Qunut Nazilah
Jakarta, 11 Ramadhan 1447 H / 01 Maret 2026 M
Kepada Yang Terhormat,
- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama se-Indonesia
- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Indonesia
- Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama
- Pengasuh Pondok Pesantren di Lingkungan RMI NU se-Indonesia
- Takmir Masjid/Mushalla di Lingkungan Nahdlatul Ulama se-Indonesia
di – Tempat
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Teriring doa serta salam, semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan pertolongan kepada kita. Amin.
Mencermati eskalasi konflik di Kawasan Timur Tengah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan ini menginstruksikan kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk menggalakkan kembali pelaksanaan Qunut Nazilah sebagaimana terlampir, dengan pedoman sebagai berikut:
a. Doa Qunut Nazilah agar dibaca pada rakaat terakhir dalam setiap shalat fardhu, termasuk Shalat Jumat.
b. Doa Qunut Nazilah tersebut tidak didahului dengan Doa Qunut yang pada umumnya dibaca waktu Subuh.
c. Khusus ketika dibaca dalam Shalat Subuh, maka Doa Qunut Nazilah dibaca setelah Doa Qunut Subuh.
Demikian instruksi ini disampaikan untuk dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
والله الموفق الى اقom الطريق
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
PENGURUS BESAR NAHDLATUL ULAMA
KH. Miftachul Akhyar (Rais Aam)
KH. Akhmad Said Asrori (Katib Aam)
KH. Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum)
Drs. H. Saifullah Yusuf (Sekretaris Jenderal)








