Ribuan Santri Padati Peringatan Meriah 2 Abad Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

oleh -59 Dilihat
WhatsApp Image 2025 10 19 at 1.23.44 PM
Puncak peringatan 200 tahun Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang (istimewa)

KabarBaik.co – Suasana penuh semangat nasionalisme mewarnai puncak peringatan 200 tahun Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang.

Ribuan santri dan masyarakat memadati area pesantren untuk mengikuti rangkaian acara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah.

Lantunan selawat, pertunjukan budaya, hingga tausiah dari dai kondang Gus Miftah menjadi magnet utama dalam perayaan dua abad salah satu pesantren tertua di Indonesia itu. Penampilan jenaka namun sarat makna dari budayawan Cak Percil Cs juga turut memanaskan panggung utama.

Acara turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang, para kiai, tokoh masyarakat, dan alumni pesantren. Mereka menyatukan doa serta harapan agar Bahrul Ulum terus menjadi pusat pendidikan dan peradaban Islam yang relevan lintas zaman.

Dalam tausiahnya, Gus Miftah mengajak para santri untuk meneladani perjuangan para pendiri pesantren yang mampu menggabungkan nilai-nilai keislaman dengan semangat nasionalisme.

“Santri zaman sekarang harus bisa menjadi penggerak bangsa, bukan cuma ahli kitab, tapi juga punya peran di tengah masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian acara dibuka dengan lantunan selawat dari santri PPBU yang menggema di seluruh area pesantren. Grup musik Amed Uye kemudian menghibur jamaah dengan selawat berirama reggae, disambut antusiasme ribuan hadirin.

Kehadiran Cak Percil Cs menambah semarak malam peringatan. Dengan gaya khasnya, Cak Percil menyampaikan pesan kebangsaan lewat lawakan yang mengundang tawa sekaligus renungan.

Ketua Umum Yayasan PPBU Tambakberas, KH M. Wafiyul Ahdi menegaskan bahwa usia dua abad bukan hanya soal perayaan, tapi momentum untuk meneguhkan kembali arah perjuangan pesantren.

“Ini bukan hanya kebanggaan, tapi juga amanah. Kita harus menjaga warisan para muassis dan terus memperkuat komitmen agar Bahrul Ulum tetap menjadi pusat pengembangan ilmu dan moralitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat pembaruan di pesantren sudah dirintis sejak zaman KH Abdul Wahab Chasbullah pada awal abad ke-20. Bahkan sejak 1912, Bahrul Ulum sudah memperkenalkan huruf latin, pelajaran berhitung, hingga ilmu umum kepada para santri.

Kini, PPBU membawahi 19 lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Dalam simposium dua abad, tercatat hadir 30 profesor alumni Bahrul Ulum dari 16 perguruan tinggi di Indonesia.

“Dari dulu, Mbah Wahab membuka pandangan santri terhadap ilmu dunia tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. Itu pondasi kuat yang membuat madrasah-madrasah Bahrul Ulum tetap eksis hingga sekarang,” jelas KH Wafiyul. Minggu (19/10).

KH Abdul Wahab Chasbullah, pendiri Bahrul Ulum, juga dikenal sebagai tokoh penting Nahdlatul Ulama (NU) dan nasionalis sejati. Ia menanamkan nilai cinta tanah air dalam santri dan masyarakat.

“Mbah Wahab adalah simbol kepemimpinan spiritual sekaligus nasionalisme. Itu yang harus diwarisi para santri sekarang,” tutup KH Wafiyul Ahdi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.