KabarBaik.co – Manajemen RSUD Mardi Waluyo memastikan kebijakan efisiensi yang dijalankan sepanjang tahun ini tidak berdampak pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari penataan internal rumah sakit dalam persiapan menghadapi reakreditasi pada tahun mendatang.
Plt. Direktur RSUD Mardi Waluyo Bernard Theodore Ratuangi, menjelaskan efisiensi dilakukan dengan menyesuaikan penempatan sumber daya manusia sesuai kebutuhan operasional.
Penataan ini, menurutnya, bertujuan agar layanan tetap berjalan optimal meski dilakukan penghitungan ulang terhadap jumlah dan fungsi tenaga kerja.
Ia juga meluruskan isu yang berkembang terkait dugaan kekurangan dokter spesialis.
Bernard menyebut kondisi tersebut bukan disebabkan minimnya tenaga medis, melainkan karena adanya sejumlah dokter yang memasuki masa purna tugas pada tahun ini.
“Ini bukan karena kekurangan dokter spesialis, tetapi ada beberapa yang memang purna tugas. Kami sudah menyiapkan skema seleksi internal untuk mengisi kebutuhan tersebut dengan tenaga spesialis yang berpengalaman,” ujarnya, Minggu (14/12).
Selain melakukan penataan SDM, RSUD Mardi Waluyo juga terus memperkuat kualitas pelayanan melalui peningkatan kompetensi karyawan. Berbagai program pelatihan digelar secara berkelanjutan untuk memastikan kemampuan tenaga medis dan nonmedis tetap terjaga.
Pengembangan kapasitas dilakukan dengan mengirim karyawan mengikuti pelatihan di rumah sakit lain, serta menyelenggarakan pelatihan internal bersama narasumber yang kompeten.(*)






