KabarBaik.co, Bogor – Air mata haru tak terbendung dari wajah Itoh, 55, warga Kabupaten Bogor, saat melihat rumahnya yang dulu tak layak huni kini berdiri kokoh, bersih, dan nyaman untuk ditempati.
Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci itu mengaku bersyukur setelah rumahnya selesai direnovasi melalui Program Bedah Rumah Presisi yang digagas Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan disalurkan melalui Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia (MPPI).
“Hatur nuhun… hatur nuhun pisan Pak Kapolri, terima kasih banyak atas kebaikan dan bantuannya,” ucap Itoh dengan suara bergetar, Minggu (2/8).
Bagi Itoh, rumah tersebut bukan sekadar tempat berteduh. Hunian yang lebih layak memberinya ketenangan untuk merawat anaknya yang merupakan penyandang disabilitas berusia 37 tahun.
Ia juga mengungkapkan bahwa rumah itu semula dipersiapkan untuk merawat ibunya yang sedang sakit. Namun, kondisi rumah yang saat itu belum layak membuat rencana tersebut tidak dapat terwujud.
“Meskipun ibu saya berpulang bertepatan dengan selesainya bedah rumah ini, saya tetap bersyukur. Tadinya ibu mau saya rawat di sini, tapi tidak jadi karena keadaannya tidak layak. Sekarang rumah ini bisa dipakai untuk tahlilan Almarhumah. Semua ini berkat bantuan Bapak Kapolri,” tuturnya.
Di tengah rasa kehilangan, Itoh tetap memanjatkan doa bagi Kapolri beserta seluruh pihak yang telah membantunya.
“Saya doakan Bapak Kapolri Listyo Sigit Prabowo sekeluarga selalu sehat, dalam lindungan Allah SWT. Semoga kebaikan Bapak dibalas ganjaran setimpal dan mendapat keberkahan hidup. Amin,” tutupnya sambil menahan tangis.
Sebelumnya, Itoh dan suaminya, Usman, 56, yang bekerja sebagai buruh serabutan, tinggal di sebuah rumah sederhana di Kampung Cibedug Tengah, RT 02 RW 04, Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Pasangan itu selama ini juga merawat anak mereka yang menyandang disabilitas sejak lahir.
Kabar rumah mereka akan direnovasi melalui Program Bedah Rumah membuat Itoh tak kuasa menahan haru. Saat menerima bantuan pada pertengahan Juli lalu, ia bahkan langsung bersujud syukur.
“Hatur nuhun nya. Mudah-mudahan Bapak Kapolri sareng sadayana nu terlibat ngabantos bedah rumah ieu dipaparinan rezeki anu lega sareng berkah. Aamiin,” ujar Itoh dengan suara bergetar, Selasa (14/7) lalu.
Program Bedah Rumah merupakan salah satu bentuk kepedulian Kapolri terhadap masyarakat kurang mampu yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. Sebelumnya, dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, Polri melaksanakan program bedah rumah secara serentak di 80 titik di berbagai wilayah Indonesia.(*)







