KabarBaik.co, Sidoarjo – Hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur Sidoarjo sejak Minggu (15/2) membawa dampak serius bagi para pelaku usaha di kawasan dusun Bringin kulon Desa Bringinbendo. Genangan air yang merendam Jalan Bringin Indah 1 yang yang terletak di dusun beringin kulon membuat aktivitas ekonomi terganggu, bahkan akses jalan terpaksa ditutup karena air tak kunjung surut.
Pantauan KabarBaik.co di lokasi menunjukkan genangan air menutup sebagian badan jalan, tepatnya di kawasan yang terdapat beberapa tempat usaha, yakni satu rumah makan Padang dan dua bengkel mobil. Kondisi ini membuat pelanggan enggan datang, terutama ke usaha kuliner yang mengharuskan pembeli berjalan melewati genangan air.
Indah, 35, salah satu pembeli, mengaku merasa kasihan terhadap pedagang rumah makan Padang yang biasanya ramai pelanggan. Namun sejak jalan tergenang, jumlah pembeli menurun drastis karena akses yang tidak nyaman.
“Kasihan yang jualan masakan Padang jadi sepi pembeli. Orang jadi malas datang karena harus becek-becekan dulu. Saya sendiri juga sedikit malas kalau harus lewat genangan air dulu untuk membeli,” ujarnya, Rabu (18/2).
Menurut Indah, kondisi ini berbeda dengan bengkel mobil di sekitar lokasi yang masih bisa beroperasi meski terdampak. Hal itu karena pelanggan datang menggunakan kendaraan, sehingga tidak harus berjalan melewati genangan air seperti pembeli rumah makan.
“Kalau bengkel mobil masih bisa karena pelanggannya datang naik mobil. Tapi yang paling terdampak jelas usaha makanan. Saya berharap dinas terkait segera melakukan normalisasi agar banjir tidak terus terjadi dan pedagang tidak dirugikan,” tambahnya.
Selain berdampak pada usaha, warga sekitar juga terpaksa menutup Jalan Bringinindah untuk mencegah air masuk ke rumah akibat gelombang dari kendaraan yang melintas. Genangan ini terjadi akibat luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air hujan yang terus turun dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo M. Makhmud mengatakan pihaknya telah mengoperasikan pompa portable di lokasi terdampak. Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat penyedotan air agar genangan segera surut dan aktivitas masyarakat, termasuk pelaku usaha, dapat kembali normal.
“Kami sudah mengoperasikan pompa portable untuk menyedot air agar genangan cepat surut dan pompa kita maksimalkan,” ujarnya.
Para pelaku usaha berharap penanganan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga diikuti langkah jangka panjang seperti normalisasi sungai dan perbaikan drainase.
Mereka berharap banjir yang selama ini menjadi langganan tidak lagi mengganggu kelangsungan usaha dan perekonomian warga sekitar. (*)








