KabarBaik.co, Banyuwangi – Masyarakat Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, menggelar tradisi ancakan, Selasa (25/8). Tradisi itu digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad 1448 Hijriah.
Tradisi ancakan diambil dari nama wadah yang disebut ancak. Wadah tersebut berbahan dari pelepah dan daun pisang. Ancak lalu digunakan sebagai wadah makanan berkat yang berisi nasi dan aneka lauk pauk.
Selain ancak, warga juga membawa endog-endogan berupa telur rebus yang ditancapkan pada bilah bambu dan dihiasi kertas warna-warni. Ancak dan endog-endogan kemudian ditata di halaman serta teras Masjid Nurul Huda.
Warga Desa Kemiren, Mohammad Edy Saputro mengatakan, tradisi ini merupakan kegiatan tahunan yang sudah digelar turun temurun. Hingga kini tradisi ini masih lestari.
“Masih bersyukur bisa mengikuti Maulid Nabi Muhammad dengan tradisi Ancakan dan Endog-Endogan. Masyarakat sekitar sini juga sangat antusias dan guyub berbondong-bondong di masjid,” ujar Edy.
Edy mengatakan, setiap rumah setidaknya membawa satu ancak. Masyarakat lalu berbondong-bondong membawa ancak itu jalan kaki menuju masjid.
Setelah menggelar doa lalu digelar makan bersama. Warga juga memiliki aturan tidak tertulis untuk saling bertukar ancak. “Mereka justru menikmati hidangan milik tetangga sebagai bentuk saling berbagi dan menerima rezeki dengan penuh keikhlasan,” tandasnya. (*)






