KabarBaik.co, Banyuwangi – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 Gigawatt peak (GWp) yang tersebar di 15 titik, Selasa (25/8). Salah satu lokasi pembangunan PLTS tersebut berada di Kabupaten Banyuwangi.
Peluncuran dilakukan secara serentak dari Denpasar, Bali, dan diikuti secara daring oleh 14 lokasi lainnya, termasuk Banyuwangi. Program tersebut ditargetkan dapat beroperasi dalam tiga tahun. “Dengan ini secara resmi saya luncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 Gigawatt peak,” kata Prabowo.
Prabowo mengatakan, kapasitas pembangkit listrik nasional saat ini mencapai sekitar 88 GWp. Kapasitas tersebut berasal dari berbagai sumber energi, mulai batu bara, minyak, gas, hingga energi terbarukan seperti panas bumi. “Saat ini seluruh listrik kita 88 GW, dari batu bara, minyak, gas, geothermal. Kita akan membangun 100 GW. Target kita 100 GW dalam tiga tahun,” ujarnya.
Di Banyuwangi, PLTS akan dibangun di lahan seluas sekitar 130 hektare milik PTPN I Regional 5 di Kecamatan Kalipuro. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki tingkat iradiasi matahari yang tinggi. PLTS Banyuwangi dirancang memiliki kapasitas 130,2 Megawatt peak (MWp).
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, Pemkab Banyuwangi siap mendukung kelancaran pembangunan PLTS tersebut. “Program pembangunan PLTS ini termasuk salah satu Program Strategis Nasional (PSN),” kata Ipuk.
Menurut Ipuk, pembangunan PLTS menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan sekaligus mendorong transisi menuju energi yang lebih bersih. (*)






