Salat Idul Adha: Hukum, Dalil, Niat, dan Tata Cara Lengkap

oleh -116 Dilihat
SALAT IDUL ADHA
Ilustrasi salat Idul Adha.

KabarBaik.co, Jakarta- Salat Idul Adha merupakan ibadah sunnah muakkad yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Meski hukumnya sunnah, salat ini hampir tidak pernah ditinggalkan oleh umat Islam di berbagai penjuru dunia. Termasuk di Indonesia. Momentum Idul Adha tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial melalui ibadah kurban.

Menurut Syekh Dr Musthafa al-Bugha dalam kitab Al-Fiqhul Manhaji ‘ala Mazhabil Imam asy-Syafi’i, syariat salat Idul Adha mulai ditetapkan pada tahun kedua Hijriah setelah Nabi Muhammad SAW hijrah dari Makkah ke Madinah.

Sejak saat itu, Rasulullah SAW senantiasa melaksanakan salat Idul Adha hingga akhir hayat beliau. Tradisi ini kemudian diteruskan oleh para sahabat, ulama, dan kaum Muslimin sampai sekarang.

Anjuran melaksanakan salat Idul Adha ditegaskan dalam Al-Qur’an. Allah Swt. berfirman:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ﴿١﴾ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ﴿٢﴾

Artinya:

“Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar [108]: 1–2).

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud “salat” pada ayat tersebut adalah salat Idul Adha. Oleh karena itu, salat ini sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Islam.

Hukum dan Keutamaan Salat Idul Adha

Salat Idul Adha hukumnya sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Pelaksanaannya dilakukan secara berjamaah sebanyak dua rakaat dan dilanjutkan dengan khutbah.

Berbeda dengan salat wajib, salat Id tidak didahului adzan maupun iqamah. Untuk Idul Adha, pelaksanaannya dianjurkan lebih awal agar memberi kesempatan kepada masyarakat untuk segera melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Niat Salat Idul Adha

Niat sebagai Imam

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Ushallī sunnatan li ‘īdil adhā rak‘atayni imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya:

“Aku berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Niat sebagai Makmum

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Ushallī sunnatan li ‘īdil adhā rak‘atayni ma’mūman lillāhi ta‘ālā.

Artinya:

“Aku berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Salat Idul Adha

Salat Idul Adha dilaksanakan dua rakaat. Pada rakaat pertama terdapat tujuh kali takbir tambahan, sedangkan pada rakaat kedua terdapat lima kali takbir tambahan.

Rakaat Pertama
1. Takbiratul Ihram

Memulai salat dengan mengangkat kedua tangan sambil membaca:

اللهُ أَكْبَرُ

Latin: Allāhu akbar.

2. Membaca Doa Iftitah

Setelah takbiratul ihram, membaca doa iftitah sebagaimana salat biasa.

3. Takbir Tambahan Sebanyak 7 Kali

Setelah doa iftitah, dianjurkan membaca takbir sebanyak tujuh kali.

Di antara takbir-takbir tersebut, dianjurkan membaca zikir berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Latin:

Subhānallāh walhamdulillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar wa lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhīm.

Artinya:

“Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, dan tiada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.”

Boleh juga membaca:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya:

“Allah Mahabesar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Mahasuci Allah di waktu pagi dan petang.”

4. Membaca Surat Alfatihah

Setelah selesai takbir tambahan, membaca Surat Alfatihah.

5. Membaca Surat Al-A’la

Setelah Alfatihah, dianjurkan membaca Surat Al-A’la.

6. Rukuk

Melaksanakan rukuk dengan thuma’ninah sambil membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Latin:

Subhāna rabbiyal ‘azhīmi wa bihamdih.

7. I‘tidal

Bangkit dari rukuk sambil membaca doa i‘tidal:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمٰوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Latin:

Rabbanā lakal hamdu mil’as samāwāti wa mil’al ardhi wa mil’a mā syi’ta min syai’in ba‘du.

8. Sujud Pertama

Sujud dengan thuma’ninah sambil membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Latin:

Subhāna rabbiyal a‘lā wa bihamdih.

9. Duduk di Antara Dua Sujud

Membaca doa:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

Latin:

Rabbighfir lī warhamnī wajburnī warfa‘nī warzuqnī wahdinī wa ‘āfinī wa‘fu ‘annī.

10. Sujud Kedua

Melaksanakan sujud kedua sebagaimana sujud pertama.

11. Berdiri Menuju Rakaat Kedua

Bangkit sambil membaca takbir intiqal:

اللهُ أَكْبَرُ

Rakaat Kedua

1. Takbir Tambahan Sebanyak 5 Kali

Setelah berdiri pada rakaat kedua, membaca takbir tambahan sebanyak lima kali.

Di sela-sela takbir dianjurkan membaca zikir yang sama sebagaimana rakaat pertama.

2. Membaca Surat Alfatihah

Membaca Surat Alfatihah.

3. Membaca Surat Al-Ghasyiyah

Setelah Alfatihah, dianjurkan membaca Surat Al-Ghasyiyah.

4. Rukuk

Rukuk dengan thuma’ninah sambil membaca tasbih rukuk.

5. I’tidal

Bangkit dari rukuk dan membaca doa i‘tidal.

6. Sujud Pertama

Melaksanakan sujud dengan thuma’ninah sambil membaca tasbih sujud.

7. Duduk di Antara Dua Sujud

Membaca doa duduk di antara dua sujud.

8. Sujud Kedua

Melaksanakan sujud kedua.

9. Tasyahud Akhir

Duduk tasyahud akhir dan membaca bacaan tahiyat:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ.

Dilanjutkan dengan membaca shalawat Nabi.

10. Salam

Mengakhiri salat dengan salam:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Latin:

As-salāmu ‘alaikum wa rahmatullāh.

Khutbah Idul Adha

Setelah salat Idul Adha selesai, jamaah dianjurkan tetap duduk untuk mendengarkan khutbah. Khutbah Idul Adha hukumnya sunnah dan dilaksanakan sebanyak dua khutbah.

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa rukun khutbah Id sama dengan khutbah Jumat. Dalam khutbah Idul Adha, khatib dianjurkan menyampaikan penjelasan tentang ibadah kurban, keutamaannya, serta tata cara pelaksanaannya.

Pada hari raya Idul Adha, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak takbir. Takbiran dilaksanakan sejak malam Idul Adha hingga akhir hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Takbir dianjurkan dibaca setiap selesai salat fardhu maupun di berbagai kesempatan lainnya.

Demikian penjelasan lengkap mengenai hukum, dalil, niat, dan tata cara salat Idul Adha. Semoga panduan ini dapat membantu umat Islam dalam melaksanakan ibadah salat Idul Adha dengan baik, khusyuk, dan sesuai tuntunan syariat.

Semoga Allah Swt. menerima amal ibadah kita semua dan mempertemukan kembali dengan hari raya berikutnya dalam keadaan penuh keberkahan. Aamiin. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.