KabarBaik.co – Air kembali menggenangi Jalan KH Syafi’i, tepatnya di depan Perumahan PPS Gresik, pada Sabtu (8/3). Genangan yang merata di sepanjang jalan itu menyebabkan banyak kendaraan mogok dan menimbulkan kemacetan panjang.
Padahal, pada 14 Januari lalu, pengerukan dan pembongkaran saluran air telah dilakukan menggunakan alat berat. Namun, air masih sulit mengalir lancar ke muara sungai, terutama saat curah hujan tinggi.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi, mengungkapkan beberapa faktor penyebab genangan air di lokasi tersebut.
Faktor pertama, ungkap Hamdi, saluran air di tepi jalan belum terkoneksi sempurna hingga ke muara sungai di Tebalo.
“Kedua, kondisi lahan Perumahan PPS yang cenderung lebih rendah di bagian barat, menyebabkan air mudah menggenang,” tandas politisi PKB tersebut, Minggu (9/3).
Selain itu, banyak bangunan di sekitar jalan yang memakan badan jalan, membuat gorong-gorong semakin sempit dan tersumbat.
“Agar air bisa terbuang ke sungai besar, diperlukan normalisasi saluran dan pompa air,” imbuh Hamdi.
Ia juga menekankan perlunya solusi agar air tidak sepenuhnya mengalir ke Dahanrejo. Salah satu opsi yang bisa dilakukan adalah penguraian jalan air yang dapat memotong aliran yang menuju ke selatan.
Tak kalah penting adalah membangun kolam retensi di dalam perumahan untuk menampung air sebelum dialirkan ke sungai.
Masalah ini bukan kali pertama terjadi. Ia berharap pemerintah daerah bisa menemukan solusi. Masyarakat juga berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret agar genangan air tidak terus berulang setiap musim hujan tiba. (*)






