KabarBaik.co – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani, menekankan pentingnya penyederhanaan pola kerja dalam penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) oleh para kader Posyandu. Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu se-Kecamatan Mojoagung.
“Posyandu sekarang tidak hanya soal ibu dan anak, tapi sudah masuk ke enam bidang pelayanan masyarakat. Tapi jangan sampai ibu-ibu kader di lapangan bingung. Pola pikir kita harus disederhanakan: serap aspirasi, lihat kondisi nyata, dan laporkan,” kata Yuliati pada Selasa (24/6).
Menurutnya, transformasi Posyandu bukan sekadar perubahan nama atau struktur, melainkan gerakan besar yang membutuhkan keselarasan cara pandang dan semangat kolektif sebagai motor penggerak pelayanan lintas sektor.
“Kita harus ubah mindset. Jangan hanya rutinitas administratif. Posyandu harus menjadi pilar utama pembangunan masyarakat desa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yuliati mendorong agar perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan kegiatan Posyandu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan demi pelayanan yang menyeluruh kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang, Sholahudin, menyoroti peran strategis PKK dalam penguatan fungsi Posyandu. Ia menilai, informasi dari para kader lebih valid dibandingkan informasi dari media sosial.
“Informasi dari ibu-ibu Posyandu jauh lebih akurat. Jadi, kita harap Posyandu bisa benar-benar memberdayakan masyarakat. Aspirasi dari bawah itu penting untuk menyusun arah kebijakan,” ujar Sholahudin.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah desa dan kabupaten, terutama dalam hal validasi data. “Validasi status tanah, kondisi ekonomi penerima manfaat, dan lainnya harus dilakukan langsung di lapangan,” tambahnya.
Sholahudin menyebut Bimtek ini merupakan bagian dari langkah massif Pemkab Jombang dalam mendukung implementasi Permendagri No. 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu.
“Aturan ini memberi mandat luas pada Posyandu untuk menjalankan fungsi pelayanan dasar berbasis desa secara terpadu. Dengan kolaborasi lintas sektor, Posyandu bisa menjadi pilar transformasi sosial dari akar rumput,” jelasnya.
Bimtek ini diikuti oleh Tim Pembina Posyandu kabupaten dan kecamatan, TP PKK desa se-Kecamatan Mojoagung, serta para kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat desa.(*)