Selamat! Unggul Rasio Set, Gresik Phonska Plus di Ambang Grand Final Proliga 2026

oleh -344 Dilihat
LODI KPPI
Alessandro Lodi, pelatih Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia mengangkat tangan usai tmnya menang. (Foto GPPI)

KabarBaik.co, Solo- GOR Sritex Arena Solo menjadi saksi pertarungan epik yang menguras emosi dan fisik pada Minggu  (12/4) malam. Jakarta Pertamina Enduro (JPE) akhirnya berhasil menundukkan perlawanan sengit Jakarta Electric PLN Mobile melalui drama lima set yang berakhir dengan skor 3-2 (25-22, 25-21, 21-25, 22-25, 15-8).

Hasil tersebut tidak hanya mengukuhkan posisi papan atas klasemen, tetapi juga memberikan gambaran jelas mengenai siapa yang berhak melaju ke partai puncak alias grand final Proliga 2026.

Kemenangan dramatis ini memberikan tambahan dua poin bagi JPE, yang kini mengoleksi total 9 poin dari empat pertandingan.

Meskipun memiliki poin yang sama dengan sang pemuncak klasemen, Gresik Phonska Plus, tim asuhan Bulent Karslıoglu harus puas duduk di peringkat kedua. Hal ini dikarenakan Gresik Phonska unggul jauh dalam perhitungan rasio set dengan angka 2.5000, berbanding 1.3750 milik Pertamina Enduro.

Jalannya pertandingan JPE vs Electric PLN sendiri berlangsung bak wahana roller coaster. Megawati Hangestri dkk tampil dominan di dua set awal berkat keganasan serangan Megawati Hangestri, Wilma Salas dan Irina Voronkova. Namun, memasuki set ketiga dan keempat, Electric PLN menunjukkan mentalitas pantang menyerah.

Tim asuhan Chamnan Dokmai tersebut berhasil bangkit dan memaksakan laga berlanjut ke set penentuan. Sayangnya, di set kelima, stamina dan ketenangan pemain Pertamina Enduro lebih berbicara, menutup laga dengan keunggulan telak 15-8.

Bagi Electric PLN, tambahan satu poin dari kekalahan tipis tersebut terasa getir. Meski kini mereka mengantongi 3 poin, peluang Neriman Ozsoy dkk untuk melangkah ke Grand Final secara matematis telah tertutup. Dengan sisa dua laga di GOR Jatidiri Semarang, poin maksimal yang bisa mereka raih adalah 9. Namun, mereka dipastikan kalah dalam hitungan jumlah kemenangan dan rasio set dibandingkan Gresik Phonska Plus yang sudah lebih dulu nyaman di posisi aman.

Situasi serupa juga dialami oleh Jakarta Popsivo Polwan yang berada di peringkat ketiga klasemen dengan tiga poin. Peluang Popsivo untuk menembus dua besar, kini berada di titik nadir. Mereka butuh keajaiban luar biasa di seri Semarang, yakni wajib menang telak di dua laga tersisa sembari berharap Gresik Phonska Plus tumbang tanpa meraih satu set pun di semua laga sisa mereka. Itupun masih melihat laga tim lainnya.

Dengan berakhirnya final four seri Solo, fokus kini beralih ke GOR Jatidiri, Semarang, yang bergulir Kamis pekan depan. Pertarungan di seri penutup nanti diprediksi akan menjadi panggung formalitas bagi Gresik Phonska Plus dan Jakarta Pertamina Enduro untuk mematangkan strategi sebelum keduanya berduel di partai Grand Final dengan sistem the best three.

Sejak fase reguler, kedua tim voli putri tersebut memang telah membuktikan diri sebagai skuad paling konsisten dengan mentalitas juara yang sulit digoyahkan sepanjang babak Final Four ini.

Volimania tanah air kini menanti, apakah di Semarang nanti Gresik Phonska akan tetap menjaga kesempurnaan rasio mereka, ataukah Pertamina Enduro yang akan mencuri momentum untuk finis sebagai juara klasemen Final Four.

Satu yang pasti, tiket menuju partai puncak kini sudah hampir pasti menjadi milik “The Bulls Laskar Giri” dan juara bertahan Pertamina Enduro. (*)

Analisis Statistik & Peluang Grand Final Proliga 2026 Sektor Putri

1. Gresik Phonska Plus (Peringkat 1)

  • Status: Sangat Aman.
  • Meski poinnya kini disamai oleh Pertamina Enduro (9 poin), Gresik tetap berada di puncak karena unggul jauh dalam Rasio Set (2.5000). Mereka hanya butuh satu kemenangan atau cukup satu poin lagi di Semarang untuk mengunci tiket Grand Final secara matematis.

2. Jakarta Pertamina Enduro (Peringkat 2)

  • Status: Di Ambang Grand Final.
  • Tambahan 2 poin malam ini membuat total poin mereka menjadi 9. Dengan koleksi 3 kemenangan, JPE hampir mustahil terlempar dari dua besar. Posisi mereka saat ini sudah sangat kuat untuk mendampingi Gresik Phonska Plus di partai puncak.

3. Jakarta Electric PLN Mobile (Peringkat 4)

  • Status: Peluang Tertutup.
  • Meskipun mendapat tambahan 1 poin dari kekalahan 2-3 malam ini (total 3 poin), secara matematis peluang PLN untuk ke Grand Final sudah pupus. Dengan sisa 2 laga di Semarang, poin maksimal yang bisa diraih PLN adalah 9 (menyamai poin Gresik saat ini). Namun, karena Gresik sudah mengantongi 3 kemenangan dan Rasio Set yang sangat tinggi, PLN tidak mungkin lagi menyalip posisi dua besar.

4. Jakarta Popsivo Polwan (Peringkat 3)

  • Status: Mukjizat Semarang.
  • Popsivo memiliki 3 poin. Satu-satunya jalan super terjal bagi mereka adalah memenangkan dua laga sisa di Semarang dengan skor 3-0, sambil berharap Gresik Phonska dan JPE kalah telak 0-3 di semua laga sisanya guna mengejar ketertinggalan Rasio Set.

Kesimpulan

Drama lima set malam ini (12/4) secara tidak langsung telah menetapkan Gresik Phonska Plus dan Jakarta Pertamina Enduro sebagai dua kandidat terkuat yang akan berduel di Grand Final. Seri Semarang mendatang kemungkinan besar hanya akan menjadi ajang perebutan posisi juara klasemen Final Four untuk menentukan status psikologis di laga puncak nanti. (*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.